TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat literasi digital sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya kejahatan siber, khususnya yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP), pemerintah mulai menggencarkan sosialisasi terkait keamanan data pribadi di tengah masifnya penggunaan teknologi digital.
Kepala Bidang Persandian DKISP Kaltara, Dewi Martha Silaen, mengatakan edukasi dilakukan secara bertahap, diawali di lingkungan perangkat daerah sebelum menyasar masyarakat luas. “Setelah internal, kami akan turun langsung ke masyarakat, dengan sasaran utama pelaku UMKM dan pelajar,” ujarnya, Senin (27/4).
Menurutnya, pelaku UMKM menjadi kelompok yang rentan terhadap kejahatan siber, mengingat aktivitas usaha kini hampir sepenuhnya berbasis digital, mulai dari promosi hingga transaksi.
Karena itu, edukasi difokuskan pada pemahaman batasan dalam mengakses dan membagikan data pribadi di ruang digital. “Sebagian pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan dalam pemahaman teknologi, sementara digitalisasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penjualan,” jelasnya.
Ia menegaskan, peran pemerintah penting untuk hadir langsung memberikan pendampingan agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan bijak.
Untuk mendukung program ini, DKISP akan berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM yang memiliki data dan jaringan pelaku usaha di daerah.
Selain UMKM, edukasi juga menyasar pelajar dengan memberikan pemahaman tentang penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab. “Kami akan turun ke sekolah-sekolah agar generasi muda lebih paham cara bermedia digital secara aman,” pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim