TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong percepatan akses keuangan bagi masyarakat hingga ke wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di provinsi ke-34 Indonesia ini.
Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, Pollymaart Sijabat mengatakan, secara fundamental, ada beberapa program yang harus digalakkan sebagai bentuk strategi dalam perluasan akses keuangan daerah.
“Pertama, bagaimana pemanfaatan transaksi keuangan itu semaksimal mungkin bisa termaksimalkan sampai ke pelosok. Ada beberapa upaya yang dilakukan, salah satunya memperkuat di level pelajar,” ujar Pollymaart kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Jumat (24/4).
Ini dilakukan lewat program ‘satu pelajar, satu rekening’. Jadi, setiap pelajar harus ada rekening pribadinya. Termasuk penekanan-penekanan mengenai siapa saja yang bertanggung jawab terhadap anak sekolah tersebut.
“Intinya, jika diterapkan program ini, tentu tidak mungkin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kan kelihatan mana-mana yang tidak ada tabungannya, jadi itu bisa jadi barometer kita dalam mengambil kebijakan dan digunakan untuk membaca situasi lainnya,” kata Pollymaart.
Kemudian, bagaimana transaksi di pasar-pasar dapat dimaksimalkan dengan menggunakan Qris atau sistem digitalisasi lainnya. Dengan sistem digitalisasi ini, diharapkan akses keuangan di daerah dapat lebih maksimal dan merata hingga ke pelosok. “Kan kalau sistem non tunai tidak mungkin lagi ada manipulasi, potensi uang palsu dan lain sebagainya. Ini yang kita dorong untuk lebih dimaksimalkan di daerah kita,” tuturnya.
Hal yang tak kalah pentingnya atau yang paling krusial itu sebenarnya bagaimana cara dan upaya yang harus dilakukan dalam memenuhi unsur-unsur untuk penyebaran keuangan itu dapat dilakukan secara merata.
“Itu yang kita harapkan, sehingga dimanapun kita berada, transaksi itu bisa tetap terjaga kebenarannya. Kalau sistem tunai, itu ada potensi manipulatif, potensi peredaran uang palsu dan lain sebagainya. Ini yang jadi atensi kita,” pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim