Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Investor Lirik Proyek Kereta Api Kaltara Rp25 Triliun, Rencana Lama Kembali Menguat

Iwan RT • Jumat, 24 April 2026 | 07:48 WIB
KONEKTIVITAS: Gubernur Kaltara bersama pihak investor yang ingin membangun jalur kereta api di Kaltara. FOTO: DKISP KALTARA
KONEKTIVITAS: Gubernur Kaltara bersama pihak investor yang ingin membangun jalur kereta api di Kaltara. FOTO: DKISP KALTARA

TANJUNG SELOR - Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara) yang sempat mengendap hampir satu dekade kini kembali menguat. Proyek yang pertama kali digagas pada 2015 itu kembali dilirik investor dengan nilai investasi jumbo, mencapai Rp 20 triliun hingga Rp 25 triliun.

Perusahaan yang menyatakan minat tersebut adalah PT Indonesia Transit Synergy (Intra). Keseriusan investor ditunjukkan melalui pertemuan langsung dengan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, di Kantor Badan Penghubung Kaltara di Jakarta, Selasa (21/4).

Dalam pertemuan itu, pihak investor memaparkan rencana pembangunan jaringan kereta api di hadapan gubernur, pimpinan DPRD, serta sejumlah pejabat daerah.

Gubernur Zainal menyambut positif tawaran tersebut. Ia menilai proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Saya bersyukur ada investor yang berminat membangun jaringan kereta api di Kaltara. Harapannya, ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu poin yang menarik, proyek ini direncanakan sepenuhnya dibiayai oleh pihak investor tanpa menggunakan anggaran negara. Selain itu, pembangunan jalur kereta api juga diproyeksikan mampu membuka sekitar 2.000 lapangan kerja.

Lebih jauh, proyek ini tidak hanya menyasar konektivitas antarwilayah di dalam Kaltara, tetapi juga diarahkan untuk terhubung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), bahkan berpotensi menjangkau jaringan lintas negara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Namun demikian, di balik ambisi besar tersebut, proyek ini masih berada pada tahap awal. Pemerintah daerah masih menunggu pembaruan dokumen perencanaan serta kajian hukum sebelum masuk ke tahap kesepakatan formal.

Gubernur Zainal bahkan menginginkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) nantinya dilakukan di Tanjung Selor sebagai simbol dimulainya kembali proyek strategis tersebut. “Kami mengundang pihak investor untuk datang ke Tanjung Selor setelah draft MoU selesai dikaji,” katanya.

Dari sisi perencanaan, proyek ini sebenarnya bukan hal baru. Masterplan jalur kereta api Kaltara telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030. Dokumen tersebut juga telah melalui tahapan studi kelayakan (feasibility study) dan desain teknis (DED).

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani, menyebut dokumen lama tersebut tinggal diperbarui agar sesuai dengan kondisi terkini.

“Secara dokumen sudah ada, tinggal penyesuaian dengan kondisi sekarang,” ujarnya.

Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara tengah menyiapkan pembaruan masterplan, sementara draft kerja sama masih dalam tahap kajian hukum.

Dengan posisi tersebut, proyek kereta api Kaltara kini kembali berada di persimpangan: antara peluang besar percepatan konektivitas dan kebutuhan akan kepastian perencanaan yang matang agar tidak kembali tertunda seperti sebelumnya. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim
#kaltara