Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Panen Raya Teras Nawang, Wagub Kaltara: Bukti Sinergi Petani dan Pemerintah

Iwan RT • Selasa, 21 April 2026 | 05:36 WIB
PERTANIAN: Wagub Kaltara, Ingkong Ala menghadiri panen raya di Teras Nawang. FOTO: DKISP KALTARA
PERTANIAN: Wagub Kaltara, Ingkong Ala menghadiri panen raya di Teras Nawang. FOTO: DKISP KALTARA

TANJUNG SELOR - Panen raya di Desa Teras Nawang, Kabupaten Bulungan, kembali digelar dengan hasil yang disebut melimpah. Di balik keberhasilan tersebut, muncul pertanyaan penting, sejauh mana capaian ini benar-benar mencerminkan ketahanan pangan berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial tahunan?

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/4) itu dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, yang menilai panen raya sebagai bukti sinergi antara petani, masyarakat, dan pemerintah daerah. “Hasil panen ini menunjukkan ketangguhan masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan daerah,” ujarnya.

Namun, di tengah apresiasi tersebut, tantangan sektor pertanian tidak bisa diabaikan. Ketahanan pangan tidak hanya diukur dari satu momentum panen, tetapi juga dari konsistensi produksi, stabilitas harga, hingga kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Ingkong menegaskan bahwa setiap hasil panen bukan sekadar produksi, melainkan simbol kerja kolektif masyarakat desa yang masih menjaga nilai gotong royong. Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan. “Ini bukan hanya soal hasil, tapi bagaimana kita menjaga hubungan dengan alam dan menghargai prosesnya,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah daerah mengklaim terus mendorong sektor pertanian melalui dukungan sarana produksi dan akses teknologi. Meski demikian, dorongan tersebut dinilai harus diikuti dengan langkah konkret yang lebih terukur, terutama dalam menarik minat generasi muda agar tidak meninggalkan sektor pertanian.

Minimnya regenerasi petani dan ketergantungan pada metode konvensional masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terjawab. “Kita ingin generasi muda melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan, bukan pilihan terakhir,” tegasnya.

Panen raya ini pun diharapkan tidak berhenti sebagai simbol keberhasilan sesaat, melainkan menjadi pijakan untuk memperkuat sistem pertanian yang berkelanjutan di Kalimantan Utara, mulai dari peningkatan produktivitas, perlindungan lingkungan, hingga kesejahteraan petani.

Jika tidak diikuti langkah konkret, panen melimpah hari ini berisiko hanya menjadi euforia sesaat tanpa dampak jangka panjang bagi kemandirian pangan daerah. (iwk/lim)

 

Editor : Azward Halim
#kaltara