TANJUNG SELOR - Bank Indonesia (BI) terus memperluas penerapan sistem transaksi digital di berbagai fasilitas publik di Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk sektor transportasi pelabuhan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penerapan QRIS sebagai metode pembayaran tiket. Hingga saat ini, tercatat dua pelabuhan di Kaltara yang telah mengimplementasikan sistem tersebut, yakni Pelabuhan Tengkayu I dan Pelabuhan Kayan II.
Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara, Hasiando G Manik, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan lima pelabuhan di Kaltara sudah menerapkan QRIS pada Juni 2026. “Juni mendatang kita targetkan grand launching pelabuhan siap QRIS. Dalam waktu dekat akan dilakukan soft launching di Tana Tidung, Malinau, dan Nunukan,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Jumat (17/4).
Menurutnya, langkah ini diambil agar Kaltara tidak tertinggal dibandingkan daerah lain dalam hal digitalisasi sistem pembayaran.
“Kalimantan Utara ini relatif muda, tapi kita tidak ingin tertinggal dari provinsi lain. Harapannya, digitalisasi ini juga didukung fasilitas yang semakin baik,” katanya.
BI mencatat, pada tahun sebelumnya transaksi di pelabuhan masih didominasi pembayaran tunai. Karena itu, upaya transisi menuju sistem non-tunai terus didorong melalui berbagai inisiatif.
“Pembayaran tunai bukan tidak boleh, tetap bisa digunakan. Namun, kami ingin menyediakan alternatif melalui sistem non-tunai,” jelasnya.
Digitalisasi ini juga menjadi bagian dari strategi BI untuk mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai, sekaligus mendorong efisiensi dan transparansi transaksi.
Meski demikian, target percepatan digitalisasi di pelabuhan tidak lepas dari sejumlah tantangan. Kesiapan infrastruktur, kualitas jaringan, serta tingkat literasi digital masyarakat menjadi faktor kunci yang akan menentukan keberhasilan implementasi di lapangan. “Harapan kita, masyarakat dapat melakukan transaksi pembelian tiket secara digital, dan implementasinya bisa berjalan menyeluruh,” pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim