TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang, mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memperkuat komitmen dalam membangun kepercayaan publik. Seruan ini kembali ditegaskan di tengah upaya pemerintah daerah mengejar target reformasi birokrasi.
Menurut Zainal, penguatan kepercayaan masyarakat dapat ditempuh melalui sejumlah langkah, seperti pencanangan zona integritas, peningkatan kapasitas tim penilai internal, hingga pendampingan penyusunan rencana aksi reformasi birokrasi dan laporan kinerja instansi pemerintah (LKJIP).
“Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama pembangunan. Integritas harus dijadikan nilai utama dalam pengabdian,” ujarnya kepada Radar Tarakan di Tanjung Selor, Rabu (15/4).
Namun demikian, ambisi menjadikan birokrasi Kaltara sebagai “berkelas dunia” tidak lepas dari tantangan implementasi di lapangan. Reformasi birokrasi bukan sekadar dokumen perencanaan atau penilaian administratif, melainkan menuntut perubahan nyata dalam pelayanan publik yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Zainal sendiri mengakui upaya tersebut merupakan pekerjaan berkelanjutan yang membutuhkan konsistensi. Ia bahkan menargetkan Kaltara dapat menjadi role model reformasi birokrasi, khususnya di wilayah perbatasan.
“Dengan bergerak bersama dalam satu langkah, kita optimis dapat mewujudkan birokrasi berkelas dunia di Bumi Benuanta ini,” tegasnya.
Saat ini, nilai reformasi birokrasi Kaltara berada di angka 82 dengan kategori BB (sangat baik). Meski demikian, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat, terutama pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan publik.
Karena itu, gubernur menekankan pentingnya peningkatan kinerja perangkat daerah, khususnya unit pelayanan publik. Fokus ini dinilai krusial agar reformasi birokrasi tidak berhenti pada capaian angka, tetapi benar-benar berdampak pada kualitas layanan.
“Bidang pelayanan langsung kepada masyarakat akan lebih kita prioritaskan,” pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim