Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Konsultasi Regional PDRB Wilayah Kasulampua 2026, Zainal Beberkan Posisi Strategis Kaltara

Iwan RT • Kamis, 16 April 2026 | 08:44 WIB
BICARAKAN EKONOMI: Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang membuka konsultasi regional DPRD wilayah Kasulampua 2026. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
BICARAKAN EKONOMI: Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang membuka konsultasi regional DPRD wilayah Kasulampua 2026. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Konsultasi regional produk domestik regional bruto (PDRB) wilayah Kasulampua (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua) tahun 2026 dilaksanakan di Tanjung Selor, Rabu (15/4).  Kegiatan yang mengangkat tema 'Kedaulatan Pangan untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Wilayah Kasulampua' itu dibuka oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang. 

Gubernur Zainal menyebutkan, kawasan regional Kasulampua merupakan kawasan yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah.

Namun demikian, dalam tatanan pelaksanaan pembangunan daerah, kawasan ini relatif masih menghadapi berbagai keterbatasan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan layanan dasar masyarakat.

"Dari sisi potensi, regional Kasulampua merupakan kawasan strategis yang memiliki peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional," ujar Gubernur Zainal. 

Oleh karena itu, diperlukan perumusan kebijakan secara bersama-sama untuk memastikan bahwa potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat di kawasan Kasulampua.

Sehubungan dengan hal itu, kegiatan konsultasi regional PDRB ini tentu menjadi momentum penting bagi semua pihak yang hadir pada konsultasi regional PDRB ini. 

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan konsultasi regional Kasulampua tahun ini," katanya. 

Ia membeberkan bahwa Kaltara memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan negara, sekaligus beranda depan NKRI di bagian utara Pulau Kalimantan, yang berbatasan langsung dengan wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia. 

Kondisi ini tentu menjadikan Kaltara memiliki nilai geopolitik dan geoekonomi yang sangat penting, baik dalam mendukung perekonomian nasional maupun dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara.

Secara umum, regional Kasulampua juga menguasai Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III yang menjadikannya sebagai jalur strategis distribusi perdagangan dunia.

"Untuk itu, lewat konsultasi regional ini, mari kita wujudkan pembangunan wilayah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga pada pemerataan pembangunan, penguatan kawasan perbatasan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," pungkasnya. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim
#kaltara