TANJUNG SELOR – Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Yusuf menegaskan larangan keras praktik percaloan dalam proses penerimaan anggota Polri. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel, Rabu (1/4).
Dalam amanatnya, Yusuf menekankan bahwa masa depan institusi Polri sangat ditentukan oleh kualitas personel yang direkrut saat ini. Karena itu, seluruh anggota diminta menjaga integritas dan tidak terlibat dalam praktik kecurangan.
“Nasib Polri di masa depan bergantung pada mereka yang terpilih sekarang. Saya tegaskan, jangan ada personel yang menjadi calo. Itu adalah dosa jariyah yang dampaknya akan terus mengalir jika kita memasukkan orang dengan cara yang tidak benar,” kata Yusuf dalam amanatnya, Rabu (1/4).
Selain isu internal, Yusuf mengingatkan jajaran terkait potensi eskalasi gangguan kamtibmas dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini merujuk pada hasil video conference bersama Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, yang memprediksi peningkatan gangguan keamanan pada periode April hingga Agustus.
"Dinamika global turut memengaruhi stabilitas nasional," ungkapnya.
Sebab, ketegangan geopolitik antar Israel, Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia hingga 20–30 persen, yang berdampak pada kenaikan harga BBM serta potensi kelangkaan barang di dalam negeri.
“Situasi global harus kita antisipasi karena bisa berdampak langsung terhadap kondisi kamtibmas di daerah,” ujarnya.
Dalam konteks pengamanan dalam negeri, Yusuf juga menyoroti kesiapan menghadapi peringatan Hari Buruh. Personel diminta mengedepankan pendekatan humanis serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik di lapangan.
“Jangan sampai anggota Polri justru menjadi pemicu keributan. Kita harus mampu menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Tak hanya itu, Yusuf juga mengklarifikasi adanya aksi penipuan yang mencatut namanya. Ia mengungkapkan, praktik tersebut muncul hanya beberapa hari setelah dirinya menjabat sebagai Wakapolda Kaltara.
“Saya tegaskan, saya tidak pernah melakukan hal tersebut. Jika ada yang menghubungi mengatasnamakan saya untuk meminta sesuatu, segera laporkan ke staf pribadi atau langsung kepada saya,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat maupun anggota Polri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, khususnya yang mengatasnamakan pejabat kepolisian.
Dengan berbagai potensi tantangan tersebut, Polda Kaltara menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan daerah melalui penguatan integritas internal serta kesiapsiagaan menghadapi dinamika global dan nasional.
“Integritas dan profesionalisme adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” pungkasnya. (jai/lim)