Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Periode Maret-September 2024, Penduduk Miskin Kaltara Turun 6,72 Ribu Jiwa

Radar Tarakan • Jumat, 17 Januari 2025 | 11:00 WIB
PERKOTAAN: Penduduk miskin di Kaltara tercatat terus mengalami penurunan. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
PERKOTAAN: Penduduk miskin di Kaltara tercatat terus mengalami penurunan. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat jumlah penduduk miskin Kaltara pada periode Maret-September 2024 mengalami penurunan secara absolut sebanyak 6,72 ribu jiwa.

Secara persentase, angka ini turun 0,94 persen dengan rincian penduduk miskin pada September 2024 sebesar 41,11 ribu atau 5,38 persen, sedangkan penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 47,83 ribu atau 6,32 persen.

Dari jumlah ini, BPS Kaltara merincikan jumlah penduduk miskin daerah perkotaan mengalami kenaikan, baik secara absolut maupun persentase. Sedangkan penduduk miskin daerah pedesaan mengalami penurunan secara absolut maupun persentase.

 Baca Juga: Ini Penjelasan BKD Kaltara soal Peserta Seleksi PPPK Tahap I yang Tidak Lulus

“Selama periode Maret-September 2024, penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah 1,88 ribu jiwa dari 23,18 ribu orang pada Maret 2024 menjadi 25,06 ribu orang pada September 2024,” ujar Mas’ud Rifai, Kepala BPS Kaltara, Rabu (15/1/2025).

Sedangkan untuk penduduk miskin daerah pedesaan mengalami penurunan 8,6 ribu jiwa dari 24,65 ribu orang pada Maret 2024 menjadi 16,05 ribu orang pada September 2024 atau secara persentase turun 3,27 persen, dari 9,23 persen menjadi 5,96 persen.

“Jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan lebih sedikit dibanding di daerah perkotaan. Meski demikian, persentase penduduk miskin yang berada di daerah pedesaan pada September 2024 sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan daerah perkotaan, yakni 5,96 persen daerah pedesaan dan 5,07 persen daerah perkotaan,” bebernya.

 Baca Juga: Wabup Bulungan Sebut Sektor Pertanian Berperan Strategis untuk Ketahanan Pangan

HAL YANG MEMPENGARUHI BESAR KECILNYA JUMLAH PENDUDUK MISKIN

Garis kemiskinan sangat mempengaruhi besar atau kecilnya jumlah penduduk miskin di suatu daerah, tak terkecuali di Kalimantan Utara (Kaltara).

Kondisi ini karena penduduk miskin merupakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

 Baca Juga: Selama 2024, BNNP Kaltara Rehabilitasi 206 Pengguna Narkotika

Untuk di Kaltara, selama Maret-September 2024, garis kemiskinan tercatat naik sebesar 2,58 persen, yaitu dari Rp 854.294 per kapita per bulan pada Maret 2024 menjadi Rp 876.375 per kapita per bulan pada September 2024.

“Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan, yang terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan non-makanan, terlihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan komoditi bukan makanan,” ujar Mas’ud Rifai, Kepala BPS Kaltara kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Rabu (15/1/2025).

Pada September 2024, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 73,58 persen. Sedangkan sumbangan garis kemiskinan non-makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 26,42 persen.

 Baca Juga: Komisi IV DPRD Kaltara Minta Oknum Guru yang Diduga Lakukan Asusila Dinonaktifkan Sementara

Berdasarkan data yang ada, garis kemiskinan di daerah perkotaan lebih besar dibandingkan di daerah pedesaan, yang mana pada September 2024 garis kemiskinan di daerah perkotaan sebesar Rp 904.171, sedangkan di daerah pedesaan sebesar Rp 823.347.

“Hal ini menggambarkan bahwa pemenuhan kebutuhan hidup di daerah perkotaan lebih mahal dibandingkan dengan daerah pedesaan,” jelasnya. (iwk/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #periode #penduduk miskin #tanjung selor