Netflix Amankan Hak Distribusi Film Ink, Kisahkan Awal Kebangkitan Rupert Murdoch

Rahul • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:08 WIB
film ink
film ink

JAKARTA – Film Ink semakin menjadi sorotan setelah Netflix resmi memperoleh hak distribusinya untuk kawasan Amerika Serikat dan Amerika Latin. Kabar tersebut diumumkan menjelang penayangan perdana film sebagai pembuka Venice Film Festival ke-83 pada 2 September mendatang.

Film garapan Danny Boyle ini diadaptasi dari drama panggung karya James Graham yang pernah masuk nominasi Tony Award. Ceritanya membawa penonton ke Inggris pada 1969, saat Rupert Murdoch mulai membangun kerajaan medianya bersama editor Larry Lamb melalui peluncuran surat kabar The Sun, yang kemudian berkembang menjadi salah satu tabloid paling berpengaruh di dunia.

Deretan pemain seperti Guy Pearce, Jack O'Connell, dan Claire Foy turut membintangi film ini. Proyek tersebut diproduksi oleh Studiocanal, Media Res, dan House Productions, sekaligus menjadi ajang reuni Danny Boyle dengan produser Tessa Ross, yang sebelumnya sukses bekerja sama dalam film Slumdog Millionaire.

Menurut Boyle, Ink tidak hanya mengisahkan lahirnya sebuah surat kabar, tetapi juga menggambarkan perubahan besar dalam industri media jauh sebelum hadirnya media sosial seperti Facebook, X (Twitter), maupun Google. Film ini menyoroti bagaimana konsep pemberitaan dan hiburan mulai mengalami transformasi yang kemudian memengaruhi dunia jurnalisme modern.

Setelah menggandeng Netflix sebagai distributor di sejumlah wilayah, Ink kini telah memiliki jaringan distribusi global. Sementara itu, Studiocanal tetap akan merilis film tersebut di bioskop Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Selandia Baru, dan sejumlah negara Eropa lainnya sebelum menjangkau penonton di berbagai belahan dunia.

Editor : Rahul
tarakan kaltara jakarta