Sutradara Awi Suryadi mengungkapkan bahwa Perumahan Laddaland menghadirkan pengalaman berbeda dibanding film-film horor yang pernah ia garap. Tak hanya menyajikan teror supranatural, film yang dijadwalkan tayang pada 13 Agustus 2026 itu juga mengangkat kisah keluarga yang sarat emosi dan menyentuh.
Menurut Awi, kekuatan utama film ini terletak pada perjalanan emosional sebuah keluarga yang harus menghadapi gangguan mistis sekaligus mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka. Ia bahkan mengaku beberapa kali terbawa suasana saat menyaksikan kembali hasil akhir film tersebut karena kisah dramanya terasa begitu kuat.
Perumahan Laddaland merupakan adaptasi dari film horor Thailand Laddaland (2011) karya Sophon Sakdaphisit. Ceritanya mengikuti Tomy, seorang ayah yang membeli rumah dengan sistem kredit demi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi istri dan kedua anaknya. Namun, impian itu berubah menjadi mimpi buruk setelah keluarga mereka diteror berbagai kejadian menyeramkan usai kematian misterius seorang pekerja rumah tangga.
Seiring berjalannya waktu, berbagai penampakan, suara-suara misterius, dan rahasia kelam yang tersembunyi di lingkungan perumahan mulai mengancam keselamatan keluarga tersebut. Meski situasi semakin mencekam, Tomy tetap berusaha mempertahankan rumah impiannya, hingga memicu konflik emosional yang menjadi salah satu kekuatan cerita.
Sementara itu, penulis naskah Lele Laila mengatakan film ini menawarkan nuansa horor yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia menyebut sumber ketakutan dalam cerita berasal dari rumah dan lingkungan tempat tinggal, sehingga diharapkan mampu memberikan pengalaman horor klasik yang intens sekaligus membekas bagi penonton.
Editor : Rahul