Di kegiatan Tebar Niat Kebaikan Ramadan (Tenar) kali ini, pada Selasa (19/4) tim Radar Tarakan bersama JOB Pertamina Medco E&P Simenggaris mengunjungi sebuah panti asuhan yang baru memasuki usia 3 tahun, namun sudah menaungi 32 anak baik yatim, piatu dan yatim piatu.
-------------
PANTI Asuhan Hidayah Nurul Yaqin yang terletak di Jalan Sesanip RT 60 Kelurahan Karang Anyar, tampaknya menjadi salah satu panti yang sulit diakses, karena jalannya yang berlubang dan masih bertekstur tanah.
Untuk sampai ke lokasi, tim Tenar dan JOB Pertamina Medco E&P Simenggaris harus menghadapi guncangan jalan yang berlubang, meski mobil yang dikendarai sudah dikemudikan dengan kecepatan yang rendah, namun hal tersebut tidak menyurutkan niat untuk menyalurkan bantuan yang telah disiapkan.
General Affairs Manager JOB Pertamina Medco E&P Simenggaris, Abimanyu Suryadi mengatakan, melihat kondisi Panti Asuhan Hidayah Nurul Yaqin memang masih membutuhkan banyak uluran tangan dari semua pihak.
Kedatangannya ke panti tersebut pun untuk menyerahkan bantuan berupa paketan sembako dan makanan untuk berbuka puasa. Khusus bersama Radar Tarakan, tahun ini menjadi kerja sama kelima kalinya di setiap Ramadan. Ia menilai kerja sama yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat ini bisa terus berlanjut.
“Semoga apa yang kita salurkan dapat bermanfaat bagi panti asuhan. Kegiatan bersama Radar Tarakan tahun ini menjadi tahun kelima, kegiatan yang bermanfaat ini harus terus dilanjutkan,” ujar pria yang akrab disapa Abi.
Dalam bulan suci Ramadan, Abi menjelaskan jika JOB banyak menggelar kegiatan baik di tingkat pusat maupun daerah. Harapannya dari semu kegiatan tersebut, dapat membawa berkah baik bagi perusahaan, pemerintah dan masyarakat. Serta dapat mempererat ukhuwah rasa persaudaraan.
“Ada kajian rutin harian, di Jakarta tanggal 22 April ada kajian perdana JOB Simenggaris bersama BDI dan Medco, nanti kami mengundang Ustaz Andi Boni dengan tema Ramadan Penuh Berkah, harapannya menjelang 10 hari terakhir pekerja lebih mengingat Tuhan dan bermanfaat bagi sekitar. Sementara di Kaltara, kami juga melakukan kegiatan bertemu stakeholder. Pada 17 April di Tarakan kami bersama SKK Migas dan Medco, kami buka bersama PWI Tarakan dan wartawan serta membagikan bingkisan,”ujarnya.
“Pada 18 April di Tanjung Selor kami bertemu dengan Gubernur Kaltara, DPRD dan stakeholder setempat, kami membicarakan apa saja yang bias disinergikan antara pemerintah dang perusahaan minyak di Kaltara. Kami membutuhkan support dari semua pihak, karena dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pengeboran. Jika itu berhasil, maka akan menghasilkan gas bagi Indonesia, khususnya masyarakat Kaltara,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Hidayah Nurul Yaqin, Irfan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan JOB Pertamina Medco E&P Simenggaris. Ia mengatakan hanya bisa membalas bantuan dengan doa.
“Kami hanya bisa mendoakan agar JOB Pertamina Medco E&P Simenggaris dapat terus berkembang dan dilancarkan dalam setiap pekerjaannya. Semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi amal ibadah dan diberkahi oleh Allah SWT,” ujar Irfan.
Irfan juga menyampaikan, selama 3 tahun berdirinya panti asuhan hingga kini belum ada kejelasan terkait status tempat. Ia mengkhawatirkan, karena rumah yang saat ini ditempati statusnya kontrak, dimana suatu saat nanti akan diambil oleh pemilik sehingga dikhawatirkan akan menjadi problem ketika tak ada tempat yang dimiliki untuk bernanung bagi 32 anak panti asuhan yang ada ke depannya.
“Kami sudah berusaha dengan membuka donasi bagi para donator yang ingin membantu ikut mrnyumbang dalam upaya membebaskan bangunan, rumah tempat kami bernanung. Semoga usaha ini dapat dipermudah dan bias terealisasi,” pungkasnya. (udn/lim) Editor : Sopian Hadi