Cak Imin: PKB Bukan Milik Muhaimin, Bukan Milik NU 

Radar Tarakan • Dipublikasikan Senin, 19 Agustus 2024 | 09:53 WIB

 

KEPENTINGAN BANGSA: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar membuka Sespim Perubahan Wilayah II diikuti seluruh Caleg PKB terpilih di Pemilu 2024 se-Jateng dan Jogjakarta. (PKB)
KEPENTINGAN BANGSA: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar membuka Sespim Perubahan Wilayah II diikuti seluruh Caleg PKB terpilih di Pemilu 2024 se-Jateng dan Jogjakarta. (PKB)

JAKARTA - Ketua Umum Partai kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin kembali menyinggung Nahdlatul Ulama (NU) dan hubungannya dengan PKB. Dia menegaskan bahwa PKB bukan milik NU.

Hal itu disampaikan Cak Imin di hadapan ratusan calon kepala daerah yang diberikan dokumen persetujuan partai untuk maju di Pilkada 2024 mendatang.

"Partai ini milik seluruh anak negeri di Indonesia. Partai ini bukan milik Muhaimin, bukan milik NU, bukan milik sekelompok orang, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia," ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Minggu (18/8).

"Ini penting supaya kita mengerti betul spiritnya, supaya kita memahami betul," sambung Cak Imin.

 Baca Juga: Tak Mau Disebut Melawan PDIP di Pilgub Sumut

Wakil Ketua DPR RI itu juga menegaskan bahwa sebuah partai tak boleh hanya diakui milik satu golongan saja. Hal itu hanya membuat partai akan menjadi kecil.

"Kalau sudah partai terpersonifikasi atau partai terkotak dalam suatu kelembagaan, pasti partai itu akan semakin mengecil," ucapnya.

"Alhamdulillah PKB semakin membesar dan terus membesar. Karena PKB melayani kepentingan seluruh rakyat Indonesia, melayani seluruh kepentingan bangsa ini, melayani seluruh masyarakat yang ada di masing-masing tanggung jawab kita," tandas Cak Imin. (jpg/har)

Editor : Azwar Halim
cak imin Sekolah Pemimpin Perubahan pilkada 2024 nu jakarta pkb