Ernes Silvanus Pimpin PMI Malinau, Siapkan Penguatan Markas dan Unit Transfusi Darah

Fijai RT • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:39 WIB
PELANTIKAN : Ketua PMI Kaltara, Ir. H Risdianto menyerahkan bendera pataka PMI kepada Ketua PMI Malinau, Dr. Ernes Silvanus, Jumat (16/10).
PELANTIKAN : Ketua PMI Kaltara, Ir. H Risdianto menyerahkan bendera pataka PMI kepada Ketua PMI Malinau, Dr. Ernes Silvanus, Jumat (16/10).

TANJUNG SELOR – Penguatan layanan kemanusiaan menjadi fokus Palang Merah Indonesia (PMI) Malinau di bawah kepemimpinan Dr. Ernes Silvanus untuk masa bakti 2026–2031. Usai dilantik oleh Ketua PMI Kaltara, Risdianto, Jumat (16/10).

Ketua PMI Kaltara, Ir. H Risdianto mengatakan, PMI Malinau telah menunjukkan kinerja yang baik berdasarkan hasil evaluasi. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat mempertahankan kinerja tersebut sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan.

“Kita di PMI memiliki tujuh prinsip yang harus dilaksanakan. Dengan kondisi global sekarang ini, kita harus siaga terhadap bencana, termasuk persoalan kesehatan seperti HIV/AIDS, tuberkulosis dan malaria,” kata Risdianto kepada Radar Kaltara, Jumat (16/10).

Risdianto menegaskan, peran PMI tidak hanya terbatas pada penanganan bencana, tetapi juga mencakup dukungan terhadap persoalan kesehatan dan kemanusiaan. Karena itu, koordinasi dengan pemda serta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis perlu terus diperkuat agar potensi kerawanan dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.

Sementara itu, Ketua PMI Malinau, Dr. Ernes Silvanus menyampaikan terima kasih kepada Ketua PMI Kaltara yang telah melantik kepengurusan PMI Malinau. Ia mengatakan, pengurus akan segera bergerak untuk menjalankan program organisasi, termasuk melanjutkan sejumlah agenda yang telah dirintis pada periode sebelumnya.

“Setelah pelantikan ini, kami akan langsung bergerak cepat. Komposisi kepengurusan yang baru sebagian besar merupakan pengurus sebelumnya yang kembali dipercaya,” kata Ernes.

Ia menjelaskan, salah satu prioritas utama kepengurusan periode 2026–2031 adalah membangun dan melengkapi markas PMI Malinau. Selain itu, penguatan Unit Transfusi Darah menjadi perhatian penting karena layanan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan darah untuk pelayanan kesehatan.

“Prioritas kami sekarang ini adalah markas PMI yang harus dilengkapi sarana-prasarananya. Begitu juga dengan unit transfusi darah, karena ini sangat penting dan vital bagi kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Ernes menyebutkan, partisipasi masyarakat Malinau dalam kegiatan donor darah sejauh ini cukup tinggi. Potensi tersebut akan terus didorong agar ketersediaan darah dapat mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
“Selain memperkuat layanan kesehatan, PMI Malinau juga akan meningkatkan kolaborasi dengan OPD teknis untuk mengidentifikasi potensi kerawanan bencana. Pembinaan generasi muda turut menjadi perhatian, termasuk upaya pencegahan perjudian daring, penyalahgunaan narkoba serta penyebaran paham radikal melalui pendekatan kemanusiaan dan edukasi,” ujarnya.

Menurut Ernes, kondisi geografis Malinau yang luas, termasuk wilayah perbatasan, menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan misi kemanusiaan. Akses menuju sejumlah daerah, seperti Apau Kayan, masih sangat bergantung pada transportasi udara dengan waktu tempuh sekitar satu hingga satu setengah jam apabila penerbangan tersedia.

“Dengan kondisi geografis Malinau yang cukup luas, peran Palang Merah Remaja (PMR) juga sangat penting, terutama di wilayah perbatasan. Apa pun tantangannya, PMI Malinau memastikan kesiapan untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan misi kemanusiaan,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
PMI Kaltara PMI Malinau Sekda Malinau