Bundayati Dikembangkan Bertahap, Tiga Rumah Adat Ditarget Rampung Desember

Fijai RT • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:23 WIB
KEBUN RAYA : Gapura masuk di kawasan Kebun Raya Bundayati Bulungan.
KEBUN RAYA : Gapura masuk di kawasan Kebun Raya Bundayati Bulungan.

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan mengalokasikan pembangunan tiga rumah adat di kawasan Kebun Raya Bundayati Bulungan pada tahun. Selain rumah adat, pengembangan kawasan tersebut juga mencakup pembangunan ampiteater, labirin serta penataan akses masuk dan keluar yang dilakukan secara bertahap.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, Kebun Raya Bundayati memiliki potensi strategis yang tidak hanya berkaitan dengan konservasi tumbuhan, tetapi juga pendidikan, penelitian, pariwisata hingga penguatan identitas budaya daerah. “Kebun raya ini bukan hanya untuk konservasi, tetapi juga memiliki potensi sebagai sarana pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan wisata berbasis lingkungan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (14/10).

Ia menjelaskan, pembangunan tiga rumah adat direncanakan berada di sisi kiri halaman kawasan dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Menurutnya, keberadaan rumah adat diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Bulungan kepada masyarakat dan pengunjung.

“Tahun ini kita sudah mengalokasikan pembangunan tiga rumah adat. Selain itu, ada juga rencana pembangunan ampiteater, labirin, serta penataan pintu masuk dan keluar kawasan,” ungkapnya.

Syarwani menegaskan, pengembangan Kebun Raya Bundayati tidak dapat dilakukan sekaligus. Pembangunan fisik dan penataan lingkungan membutuhkan tahapan serta perencanaan yang matang agar fasilitas yang dibangun tetap selaras dengan fungsi utama kawasan sebagai ruang konservasi.

“Memang tidak bisa sekaligus untuk melakukan kegiatan fisik maupun penataan kawasan lingkungan. Namun, inilah yang kita kerjakan secara bertahap,” tegasnya.

Pengembangan fasilitas juga mendapat dukungan Bankaltimtara. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) umum yang telah dikerjakan di kawasan tersebut sebagai bagian dari penataan sarana penunjang bagi pengunjung. Syarwani menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dapat berlanjut untuk membantu pengembangan Kebun Raya Bundayati.

“Terima kasih kepada Bankaltimtara. Sebelumnya sudah ada kerja sama melalui MoU, dan pembangunan fisik bangunan berwarna biru itu juga dilakukan oleh Bankaltimtara untuk fasilitas MCK umum. Masih ada beberapa dukungan lainnya yang diharapkan dapat membantu pengembangan kawasan ini,” katanya.

Di sisi lain, Pemkab Bulungan juga membuka peluang pengaturan pemanfaatan fasilitas, termasuk kemungkinan penerapan retribusi parkir sesuai ketentuan peraturan daerah (perda). Namun, rencana tersebut perlu disosialisasikan terlebih dahulu agar masyarakat memahami aturan yang akan diterapkan.

“Kalaupun ada retribusi parkir, saya pikir tidak mahal karena mengikuti peraturan daerah. Tentu hal ini membutuhkan sosialisasi kepada masyarakat yang berkunjung,” ungkapnya.

Menurut Syarwani, pengaturan parkir tidak hanya berpotensi diterapkan di Kebun Raya Bundayati, tetapi juga di sejumlah kawasan lain, seperti Pasar Induk dan Tepian Sungai Kayan. Meski demikian, pembenahan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat tetap menjadi perhatian sebelum optimalisasi sumber pendapatan dilakukan. Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Sebab, keberlanjutan kawasan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kepedulian bersama dalam memelihara lingkungan.

“Siapa pun yang memanfaatkan sarana ini tentu membutuhkan perawatan dan dukungan masyarakat. Karena itu, penataan fasilitas harus terus dilakukan agar nantinya kawasan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan tetap terpelihara,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
Kebun Raya Bundayati Bulungan Bupati Bulungan Syarwani pemkab bulungan