Jaring Bibit Pecatur, Bupati Syarwani Dorong Sekolah Catur

Fijai RT • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:09 WIB
BERTANDING : Bupati Bulungan Syarwani bertanding catur dengan pecatur SD, Selasa (13/10).
BERTANDING : Bupati Bulungan Syarwani bertanding catur dengan pecatur SD, Selasa (13/10).

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani mendorong pembentukan sekolah catur untuk menjaring bibit atlet potensial sejak usia dini. Dorongan tersebut disampaikan dalam momentum Turnamen Catur Piala Bupati Bulungan 2026 yang diikuti 182 peserta dari kalangan pelajar dan umum.

Kepada Radar Kaltara, Syarwani mengatakan, keikutsertaan pelajar tingkat SD hingga SMP menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga catur di Bulungan. Menurutnya, minat generasi muda perlu diimbangi pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. “Saya sangat senang karena olahraga catur tidak hanya diminati orang dewasa dan orang tua, tetapi juga pelajar SD hingga SMP. Ini menjadi semangat awal dalam melakukan pembinaan atlet catur di Bulungan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (13/10).

Untuk merealisasikan pembinaan tersebut, Syarwani meminta KONI Bulungan dan Percasi Bulungan memperkuat program pencarian serta pengembangan atlet. Dia juga berharap adanya kerja sama dengan satuan pendidikan untuk membuka sekolah catur sebagai wadah pembinaan sejak dini.

“Ke depan, diharapkan ada kerja sama dengan satuan pendidikan untuk menyelenggarakan sekolah catur. Pembinaan dilakukan sejak dini agar tidak terjadi kekosongan atlet catur di Bulungan,” ungkapnya.

Syarwani menilai sekolah memiliki peran strategis dalam menemukan potensi atlet muda. Karena itu, dukungan pihak sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP, diperlukan agar pelajar yang memiliki minat dan bakat catur mendapat kesempatan mengembangkan kemampuannya.

“Saya berharap ada dukungan dari satuan pendidikan SD hingga SMP untuk bersama-sama melakukan pembinaan olahraga catur. Saya yakin di setiap sekolah pasti ada pelajar yang hobi dan memiliki bakat di olahraga ini,” tegasnya.

Optimisme tersebut juga didukung pengalaman Syarwani saat menjajal kemampuan salah seorang peserta dari kalangan pelajar SD. Dia menilai pelajar tersebut memiliki kemampuan, ketenangan dan kepercayaan diri yang baik saat mengikuti pertandingan.

“Tadi saya sempat bermain dengan salah satu pelajar SD. Kemampuannya luar biasa, memiliki ketenangan dan kepercayaan diri mengikuti turnamen. Menang atau kalah itu hal biasa. Yang terpenting bagaimana mereka memiliki mental untuk mengikuti pertandingan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Percasi Bulungan, Dharmawan mengatakan, Turnamen Catur Piala Bupati Bulungan 2026 diharapkan melahirkan atlet potensial dari kelompok pelajar maupun umum. Percasi, lanjutnya, akan terus mendorong pembinaan untuk meningkatkan kemampuan pecatur lokal agar mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan.

“Dari turnamen ini, kami berharap lahir atlet catur, baik dari kelompok pelajar maupun umum. Kami juga akan terus melakukan pembinaan terhadap para atlet catur di Bulungan,” kata Dharmawan.

Turnamen tahun ini mempertandingkan nomor catur klasik dengan total 182 peserta. Sebanyak 90 peserta berasal dari kalangan pelajar, sedangkan 92 lainnya mengikuti kategori umum. Komposisi peserta tersebut menjadi peluang bagi Percasi untuk memetakan potensi atlet sekaligus memperluas basis pembinaan catur di daerah. Melalui kolaborasi Pemda Bulungan, KONI, Percasi dan satuan pendidikan, pembinaan catur diharapkan tidak berhenti pada turnamen semata.

“Kami berharap pembinaan terus berjalan agar bibit-bibit pecatur muda dapat berkembang dan mampu menjadi atlet andalan Bulungan pada masa mendatang,” pungkasnya. (jai)

 

Editor : Azward Halim
Percasi Bulungan Bupati Bulungan Syarwani pemkab bulungan KONI Bulungan