TANJUNG SELOR – Angka prevalensi stunting di Bulungan kembali meningkat menjadi 11,25 persen pada 2025, setelah sebelumnya turun dari 22,6 persen pada 2023 menjadi 8,23 persen pada 2024.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, penanganan stunting menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah. Sejak 2023, Pemda Bulungan telah melakukan berbagai intervensi untuk menekan prevalensi stunting di Bulungan.
“Sejak 2023 lalu kita telah melakukan intervensi terhadap prevalensi stunting di Bulungan. Kita masih berada di angka 22,6 persen, kemudian pada 2024 turun menjadi 8,23 persen,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (12/10).
Meski sempat mengalami penurunan, prevalensi stunting kembali meningkat menjadi 11,25 persen pada 2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemda Bulungan untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan agar angka stunting dapat kembali ditekan.
“Kita akan terus berupaya untuk menekan prevalensi stunting di Bulungan,” ungkapnya.
Syarwani menegaskan, keberhasilan penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada kepala daerah. Menurutnya, capaian yang telah diraih merupakan hasil keterlibatan berbagai pihak, termasuk perangkat daerah, pemangku kepentingan dan masyarakat.
“Penurunan ini bukan kerja bupati dan wakil bupati saja, tetapi seluruh stakeholder dan masyarakat dengan sistem pentahelix,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kolaborasi melalui pendekatan pentahelix perlu terus diperkuat agar program penanganan stunting dapat berjalan secara terpadu. Sinergi berbagai unsur tersebut diharapkan mampu mendukung intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Kita harus terus bekerja bersama agar upaya menekan prevalensi stunting dapat berjalan lebih baik,” ungkapnya.
Syarwani juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas kebijakan yang mendukung pelaksanaan program pembangunan di daerah. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah Pemkab Bulungan dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus menekan prevalensi stunting.
“Tahun ini kami juga berterima kasih kepada pemerintah pusat atas kebijakan yang diberikan kepada daerah,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim