TANJUNG SELOR – Sebanyak 128 atlet biliar dari lima kabupaten/kota se-Kaltara mengikuti Turnamen Bupati Bulungan Cup 2026 pada 9–11 Oktober. Kompetisi yang digelar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Bulungan ini menjadi ajang mengukur kekuatan sekaligus mematangkan persiapan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kaltara di Malinau pada November mendatang.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, turnamen ini menjadi upaya memperkuat pembinaan olahraga prestasi di daerah. Menurutnya, kompetisi ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk meningkatkan keterampilan dan mengukur kesiapan sebelum menghadapi persaingan tingkat provinsi.
“Turnamen ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan dan mengukur kesiapan sebelum menghadapi Porprov di Kabupaten Malinau,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (9/10).
Ia berharap atlet biliar Bulungan memanfaatkan turnamen tersebut secara maksimal untuk mengasah kemampuan dan meraih hasil terbaik pada Porprov mendatang. Persiapan yang matang, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing atlet.
“Dengan persiapan yang matang, atlet Bulungan diharapkan mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama daerah,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini juga mengapresiasi langkah pengurus POBSI Bulungan yang telah melakukan pembinaan, termasuk mendatangkan pelatih untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas atlet. Ia menilai kompetisi yang melibatkan peserta dari lima kabupaten/kota tersebut menjadi terobosan positif bagi perkembangan biliar di Kaltara.
“Turnamen ini membuka kesempatan bagi atlet dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara untuk bertanding, sekaligus menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan persatuan melalui olahraga,” ungkapnya.
Selain menjadi persiapan menuju Porprov, Bupati Bulungan Cup 2026 juga masuk dalam rangkaian peringatan HUT ke-66 Kabupaten Bulungan dan HUT ke-236 Tanjung Selor. Syarwani berharap turnamen ini dapat mendorong generasi muda, khususnya pencinta biliar, untuk mengembangkan bakat melalui kompetisi yang terarah. “Tersedianya ruang kompetisi menjadi kesempatan bagi atlet untuk membuktikan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua POBSI Kabupaten Bulungan H. Risdianto mengatakan, turnamen tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kekuatan atlet sebelum Porprov. Hasil pertandingan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi setiap daerah dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat provinsi. “Momentum ini sangat strategis karena pelaksanaan Bupati Cup berdekatan dengan Porprov. Kita bisa melihat sejauh mana kekuatan atlet dari masing-masing kabupaten/kota sebagai bahan evaluasi sebelum bertanding nanti,” kata Risdianto.
Ia menjelaskan, POBSI Bulungan telah menyiapkan atlet melalui pendampingan pelatih selama hampir empat bulan. Program pembinaan tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis, kemampuan bermain, serta kesiapan mental atlet agar mampu tampil optimal dalam pertandingan.
“Kami sudah menyiapkan atlet melalui pendampingan pelatih selama hampir empat bulan. Harapannya, seluruh atlet bisa tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Bulungan,” jelasnya.
Dalam turnamen tersebut, terdapat tiga nomor pertandingan yang diperlombakan, yakni bola 8, bola 9 dan bola 10. POBSI Bulungan menargetkan pembinaan yang telah dilakukan dapat meningkatkan daya saing atlet sekaligus menjadi modal untuk mengejar gelar juara umum cabang olahraga biliar pada Porprov II Kaltara.
“Kami berharap persiapan yang telah dilakukan bisa memberikan hasil positif dan atlet Bulungan mampu bersaing untuk meraih prestasi terbaik,” ujarnya.
Risdianto menambahkan, turnamen ini juga menjadi sarana menjaring potensi atlet muda di Kaltara. Menurutnya, minat generasi muda terhadap olahraga biliar perlu diarahkan melalui pembinaan yang terukur dan kompetisi berkelanjutan agar dapat berkembang menjadi prestasi.
“Kami berharap minat generasi muda terhadap biliar dapat diarahkan menjadi kegiatan positif yang berorientasi pada prestasi,” katanya.
Panitia menyediakan 128 slot peserta dengan sasaran atlet dari lima kabupaten/kota di Kaltara. Risdianto turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bulungan dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia berharap Bupati Bulungan Cup tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga mempererat silaturahmi antar atlet dan mendorong peningkatan prestasi biliar di Kaltara.
“Harapan kami, Bupati Cup ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat silaturahmi antaratlet serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan prestasi biliar Kalimantan Utara,” pungkasnya. (jai)