TANJUNG SELOR – Ditpolairud Polda Kaltara memperkuat kesiapsiagaan personel menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan. Itu dilakukan melalui latihan peningkatan kemampuan (Latkatpuan) SAR penanganan kebakaran di atas kapal di Aula dan Dermaga Ditpolairud Polda Kaltara, Selasa (6/10).
Sebanyak 30 personel Bintara dan Tamtama Ditpolairud Polda Kaltara mengikuti latihan yang melibatkan instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tarakan tersebut. “Latihan ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas di wilayah perairan,” kata Dirpolairud Polda Kaltara Kombespol Tidar Wulung Dahono kepada Radar Kaltara, Selasa (6/10).
Sebelum praktik, peserta mendapat pembekalan teori mengenai pengenalan, fungsi dan penggunaan alat pemadam kebakaran. Materi mencakup penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) portable hingga APAR Impulse Water Fire Fighting. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga melatih personel agar mampu bertindak cepat, tepat dan terukur ketika menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran di atas kapal,” ujarnya.
Latihan kemudian dilanjutkan dengan praktik penggunaan alat pemadam kebakaran di darat sebagai keterampilan dasar. Personel juga dilatih menggunakan peralatan khusus dan perlengkapan perahu untuk menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan. “Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Tidar.
Simulasi turut diarahkan pada penanganan kebakaran di atas kapal. Personel mempraktikkan penggunaan APAR, pemadaman api hingga proses penyelamatan anak buah kapal (ABK) yang terjun atau melompat ke laut. “Kemampuan tersebut diharapkan dapat diterapkan saat melaksanakan tugas di lapangan, sehingga personel semakin siap memberikan pelayanan, perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat,” katanya.
Tidar menambahkan, keterlibatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tarakan menjadi bagian penting untuk memperkuat koordinasi lintas instansi. Latihan bersama tersebut diharapkan membangun pola penanganan yang lebih terkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat. “Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi kecelakaan maupun kebakaran di atas kapal,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim