TANJUNG SELOR – Kondisi fiskal Pemkab Bulungan menghadapi tekanan setelah pendapatan transfer dalam APBD Perubahan 2026 turun Rp 65,65 miliar dibandingkan APBD murni. Di tengah penurunan tersebut, total belanja daerah justru meningkat Rp 28,23 miliar dari Rp2,010 triliun menjadi Rp 2,038 triliun.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, perubahan struktur anggaran tersebut membuat Pemda Bulungan harus lebih cermat dalam mengelola keuangan dan menyesuaikan program pembangunan dengan kemampuan fiskal yang tersedia. “Secara akumulasi APBD murni jumlah belanja Rp 2.010.206.978.177 menjadi Rp2.038.445.932.670 pada APBD Perubahan. Ada peningkatan sebesar Rp 28.238.954.493,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (4/10).
Namun, kata dia, kenaikan belanja tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan transfer yang diterima daerah. Syarwani menyebut pendapatan transfer turun dari Rp 1.350.846.481.666 menjadi Rp 1.285.194.569.117 atau berkurang Rp 65.651.912.549. “Dengan adanya penurunan ini tentu akan ada program yang berdampak. Kita pasti akan menyesuaikan dengan sisa waktu yang ada,” ujarnya.
Penurunan tersebut antar lain berasal dari pendapatan transfer pemerintah pusat yang berkurang Rp 12,79 miliar, dari Rp 1.237.256.646.000 menjadi Rp 1.224.459.140.000. Sementara Dana Desa turun cukup signifikan, dari Rp 61.802.832.000 menjadi Rp 23.389.231.000 atau berkurang Rp 38,41 miliar.
“Penyesuaian transfer ini tentu menjadi perhatian karena akan berpengaruh terhadap ruang fiskal pemerintah daerah,” jelasnya.
Di sisi lain, Dana Bagi Hasil (DBH) justru mengalami peningkatan dari Rp 195.309.462.000 menjadi Rp 220.925.557.000 atau bertambah Rp 25,61 miliar. Sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) tetap Rp 843.327.327.000 dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tetap Rp136.817.025.000. “Ada komponen transfer yang mengalami peningkatan, tetapi ada pula yang mengalami penurunan maupun tetap,” ungkapnya.
Tekanan fiskal juga terlihat dari pendapatan transfer antar daerah yang turun Rp52,85 miliar. Angkanya menyusut dari Rp113.589.835.666 menjadi Rp60.735.429.117 pada APBD Perubahan 2026. “Pendapatan transfer antar daerah turun hampir 50 persen. Kondisi ini tentu harus kita respons dengan langkah pengelolaan anggaran yang lebih efektif,” kata Syarwani.
Menurut Syarwani, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Pemkab Bulungan untuk semakin mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah. Potensi PAD perlu digali dengan tetap memperhatikan kemampuan masyarakat dan menjaga aktivitas ekonomi agar tidak terganggu. “Karena itu ke depan bagaimana memaksimalkan potensi pendapatan daerah menjadi perhatian kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap perubahan kemampuan fiskal harus diikuti dengan penyesuaian program agar pembangunan tetap berjalan sesuai prioritas. Pemerintah daerah akan melihat kembali program yang dapat dilaksanakan berdasarkan ketersediaan anggaran dan waktu pelaksanaan yang tersisa. “Kita akan menyesuaikan dengan sisa waktu yang ada, sehingga program yang menjadi prioritas tetap bisa berjalan secara optimal,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim