Kualitas Udara Tanjung Selor Memburuk, PM2.5 Tembus 161,8

Fijai RT • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 14:26 WIB
TIDAK SEHAT : Grafik kualitas udara di BMKG Tanjung Harapan, Senin (5/10)
TIDAK SEHAT : Grafik kualitas udara di BMKG Tanjung Harapan, Senin (5/10).

TANJUNG SELOR – Kualitas udara di Tanjung Selor, Bulungan, memburuk pada Senin (5/10). Berdasarkan pemantauan BMKG Tanjung Harapan, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) meningkat tajam sejak pagi hingga siang hari dan mencapai 161,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dengan kategori sangat tidak sehat.

Forecaster Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan Farid Hardiansyah mengatakan, konsentrasi PM2.5 pada pukul 07.00 WITA masih berada di angka 51,3 µg/m³ dengan kategori sedang. Namun, angkanya meningkat signifikan pada pemantauan pukul 14.00 WITA. “Pukul 07.00 WITA nilai konsentrasi 51,3 µg/m³ dalam status kategori sedang. Kemudian pada pukul 14.00 WITA mencapai 161,8 µg/m³ dengan status kategori sangat tidak sehat,” kata Farid kepada Radar Kaltara, Senin (5/10).

Menurut Farid, peningkatan konsentrasi PM2.5 tersebut menunjukkan kondisi kualitas udara di Tanjung Selor terus memburuk dalam beberapa jam pemantauan. “Kondisi kualitas udara dengan alat PM2.5 wilayah Tanjung Selor terus meningkat sejak pagi,” ungkapnya.

Di sisi lain, BMKG Tanjung Harapan belum mendeteksi adanya hotspot di wilayah Kaltim pada Senin (5/10). Titik panas justru masih didominasi wilayah Kaltim dan Kalteng. “Di Kaltara hari ini belum terdeteksi ada hotspot, hotspot didominasi terjadi di Kaltim dan Kalteng,” jelasnya.

Farid mengatakan, kondisi kualitas udara tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika konsentrasi PM2.5 telah masuk kategori sangat tidak sehat.

 “Kami terus memantau perkembangan kondisi kualitas udara di wilayah Tanjung Selor,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
kabut asap BMKG Tanjung Harapan