Jelang Pensiun, 102 ASN Bulungan Dibekali Keterampilan Usaha

Taslee • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 08:08 WIB
PURNA: Pemkab Bulungan membekali keterampilan usaha kepada ASN yang segera memasuki purna tugas.
(Taslee/Radar Tarakan)
PURNA: Pemkab Bulungan membekali keterampilan usaha kepada ASN yang segera memasuki purna tugas. (Taslee/Radar Tarakan)

 

 

TANJUNG SELOR – Sebanyak 102 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan akan memasuki masa purna tugas mulai 1 Januari 2027.

Agar tetap produktif setelah tidak lagi berdinas, para calon pensiunan dibekali wawasan kewirausahaan dan keterampilan usaha produktif.

Pembekalan yang digelar Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Bulungan di Ballroom Hotel Luminor Tanjung Selor, Selasa (29/9), tersebut memberikan materi di antaranya budidaya ayam petelur dan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna dan ekonomi.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, berakhirnya masa kedinasan tidak berarti berakhir pula kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi.

Karena itu, para ASN perlu menyiapkan aktivitas produktif sebelum memasuki masa pensiun.

“Harapan kami, kita tetap produktif. Banyak hal yang masih bisa kita upayakan untuk meningkatkan dan berkontribusi dalam perekonomian daerah,” ujar Syarwani.

Menurutnya, budidaya ayam petelur dapat menjadi salah satu pilihan usaha.

Selain memenuhi kebutuhan protein keluarga, hasil produksi yang berlebih dapat dipasarkan sehingga memberikan tambahan pendapatan.

Namun, Syarwani mengingatkan adanya tantangan dalam usaha tersebut, terutama biaya pakan yang cukup tinggi.

Biaya pakan bahkan dapat mencapai sekitar 40 persen dari Harga Pokok Produksi (HPP).

Karena itu, ia meminta KORPRI tidak berhenti pada pelatihan, tetapi turut membantu membuka akses permodalan bagi ASN yang ingin memulai usaha setelah pensiun.

Pemkab Bulungan, kata Syarwani, telah menyediakan fasilitas Kredit MESRA melalui PT BPR Bank Bulungan dengan dukungan subsidi bunga. Program tersebut memberikan tingkat bunga relatif ringan, yakni 4 persen.

“Saya minta melalui KORPRI, coba kita jembatani berkaitan dengan aspek permodalan ini. KORPRI tidak hanya menaungi yang masih aktif, tetapi juga menjadi jembatan bagi anggota yang purna tugas,” katanya.

Syarwani menambahkan, pengembangan usaha masyarakat juga penting untuk menjaga perputaran ekonomi daerah.

Terlebih, berdasarkan data statistik semester kedua 2026, pertumbuhan ekonomi Bulungan tercatat 10,64 persen dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Utara.

Aktivitas ekonomi tersebut diharapkan terus memberikan dampak kepada masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pedagang, petani hingga nelayan.

Melalui pembekalan ini, para ASN yang memasuki masa purna tugas diharapkan tidak hanya siap secara mental menghadapi masa pensiun, tetapi juga memiliki keterampilan dan akses untuk mengembangkan usaha secara mandiri. (*)

Editor : Sophian Hadi
pensiun Bupati Syarwani ASN Bulungan