Dishub Bulungan Siapkan Rp 750 Juta Atasi Pendangkalan Dermaga

Fijai RT • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 14:30 WIB
SEDIMENTASI : Dermaga kedatangan di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor yang mengalami sendimentasi.
SEDIMENTASI : Dermaga kedatangan di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor yang mengalami sendimentasi.

TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan menyiapkan anggaran Rp 750 juta melalui APBD Perubahan 2026 untuk penanganan jangka pendek pendangkalan di dermaga kedatangan Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor. Itu dilakukan dengan penyedotan material pasir akibat sedimentasi.

Kepala Dishub Bulungan, Khairul mengatakan, penyedotan menjadi langkah jangka pendek yang dinilai efektif untuk mengatasi sedimentasi di kawasan dermaga. “Tahun ini Dishub Bulungan mendapatkan alokasi anggaran melalui APBD-P Rp 750 juta. Salah satunya diperuntukkan untuk penyedotan pasir di dermaga kedatangan,” kata Khairul kepada Radar Kaltara, Kamis (1/10).

Menurutnya, pekerjaan tersebut ditargetkan sudah mulai dilaksanakan sebelum Desember 2026. Khairul menyebut penanganan melalui penyedotan tidak membutuhkan waktu pengerjaan yang panjang sehingga diharapkan dapat segera dilakukan setelah seluruh persiapan teknis rampung. “Targetnya sebelum Desember ini sudah dilakukan kegiatan di lapangan. Untuk jangka pendek, langkah ini efektif,” ujarnya.

Terkait kemungkinan penyedotan di dermaga keberangkatan, Khairul mengatakan pihaknya masih menunggu hasil kajian tim survei. Penentuan lokasi penanganan akan disesuaikan dengan kondisi sedimentasi di lapangan. “Apakah nantinya penyedotan dilakukan di dermaga keberangkatan juga, kami masih menunggu hasil kajian dari tim survei. Untuk sementara, yang diprioritaskan lebih dulu dermaga kedatangan,” jelasnya.

Kondisi pendangkalan saat ini turut memengaruhi pola aktivitas bongkar muat penumpang. Saat air Sungai Kayan pasang, aktivitas kedatangan dan keberangkatan masih dapat menggunakan dermaga masing-masing. Namun, ketika air surut, aktivitas kedatangan terpaksa dialihkan ke dermaga keberangkatan.

“Saat air pasang, aktivitas bongkar muat penumpang menggunakan dermaga kedatangan dan keberangkatan. Saat air surut, aktivitas kedatangan dialihkan ke dermaga keberangkatan,” ungkapnya.

Khairul menjelaskan, persoalan sedimentasi tidak hanya terjadi di sekitar dermaga, tetapi juga terlihat di sepanjang alur pelayaran Sungai Kayan. Kondisi morfologi sungai menyebabkan terjadinya pendangkalan yang membutuhkan penanganan lebih luas. “Secara morfologi memang di sepanjang alur pelayaran di Sungai Kayan terjadi pendangkalan,” katanya.

Namun, ia menegaskan penanganan alur pelayaran secara keseluruhan bukan menjadi kewenangan Pemkab Bulungan. Karena itu, penanganan melalui APBD-P Bulungan difokuskan pada kebutuhan jangka pendek di kawasan dermaga yang menjadi perhatian pelayanan penumpang.

“Untuk kewenangan alur pelayaran, hal itu menjadi kewenangan Dishub Kaltara,” pungkasnya. (jai)

 

Editor : Azward Halim
sendimentasi Pelabuhan Kayan II dishub bulungan