TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan identitas bangsa di tengah derasnya arus informasi digital. Pesan itu disampaikan saat peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dirangkai dengan ziarah ke Makam Pahlawan Telabang Bangsa, Tanjung Selor, Kamis (1/10).
Syarwani mengatakan, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi. Menurutnya, kemudahan mengakses berbagai informasi melalui media sosial juga membawa tantangan terhadap persatuan dan nilai kebangsaan. “Saya mengajak anak-anak muda, generasi muda di Kabupaten Bulungan, seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan perkembangan media sosial, untuk sama-sama mawas diri,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (1/10).
Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial (medsos). Setiap informasi, khususnya yang berpotensi menimbulkan keresahan maupun provokasi, perlu diperiksa terlebih dahulu melalui sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. “Kita harus memfilter sekaligus melakukan tabayun. Kalau ada informasi yang beredar di media sosial, kita wajib cross-check (pemeriksaan kembali), check and re-check (memeriksa dan memeriksa ulang) terhadap berbagai perkembangan informasi yang beredar supaya kita tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.
Menurutnya, kemampuan memilah informasi menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan identitas bangsa. Generasi muda juga perlu memahami berbagai paham maupun informasi yang berkembang di ruang digital agar tidak mudah terbawa arus. “Kita harus banyak mencari dan menggali informasi lebih detail terkait berbagai macam paham ataupun informasi yang beredar di dunia maya. Dengan demikian kita tidak akan kehilangan akar dan identitas kita sebagai bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syarwani juga menegaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi pengingat untuk menghormati perjuangan para pahlawan sekaligus meneruskan cita-cita mereka melalui pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Ini bagian daripada komitmen dan wujud cinta kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta rasa hormat dan penghargaan kita yang setinggi-tingginya kepada para pahlawan bangsa dan negara,” katanya.
Ia menambahkan, nilai-nilai kebangsaan, patriotisme, dan kecintaan terhadap Tanah Air perlu ditanamkan sejak dini. Pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam membentuk generasi yang memahami dan mengamalkan nilai Pancasila.
“Tentu ini menjadi kewajiban kita semuanya, baik melalui penyelenggaraan kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah, penanaman nilai-nilai kebangsaan, rasa patriotisme dan rasa kecintaan kita terhadap bangsa dan negara ini,” jelas Syarwani.
Syarwani menegaskan, Pancasila harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di tengah perkembangan zaman. “Menjadi komitmen kita sampai kapan pun bahwa satu-satunya ideologi negara ini adalah Pancasila,” tegasnya.
Ia berharap kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan generasi muda untuk hal-hal positif tanpa membuat mereka meninggalkan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia. “Kemajuan Kabupaten Bulungan ini sebuah keniscayaan. Kita bergerak maju bergandengan tangan bersama-sama, tetapi kita tidak kehilangan identitas sebagai warga masyarakat Kabupaten Bulungan dan sebagai warga negara Indonesia,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim