TANJUNG SELOR – Ditsamapta Polda Kaltara mengintensifkan patroli dan pengawasan di enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bulungan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Dirsamapta Polda Kaltara Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan pelayanan BBM kepada masyarakat tetap berjalan aman dan tertib. “Kami terus melakukan pemantauan di sejumlah SPBU untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan tertib,” kata Andreas kepada Radar Kaltara, Minggu (27/9).
Enam SPBU yang menjadi sasaran patroli yakni SPBU Jalan Sengkawit, Sabanar Lama, Km 2, Katamso serta Padat Karya Tanjung Palas. “Personel melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi di lapangan, termasuk ketersediaan stok, jam operasional dan aktivitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dari hasil pemantauan, secara umum stok BBM di sejumlah SPBU masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, beberapa jenis BBM mengalami kekosongan sementara karena pengelola SPBU masih menunggu pasokan berikutnya dari Pertamina. “Kami juga berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU terkait ketersediaan stok maupun distribusi BBM berikutnya,” bebernya.
Kondisi kekosongan ditemukan di SPBU Sabanar Lama yang mengalami kekosongan Pertalite, Pertamax dan Bio Solar. Sementara di SPBU Katamso, stok Pertalite dan Solar juga mengalami kekosongan. “
Meski terdapat beberapa jenis BBM yang kosong, pelayanan pada SPBU yang masih memiliki stok tetap berjalan sesuai jenis BBM dan jam operasional masing-masing,” jelasnya.
Andreas menyebut kondisi tersebut belum menimbulkan antrean panjang maupun gangguan kamtibmas yang menonjol. “Dari hasil pemantauan, situasi di SPBU yang dilakukan pengecekan masih aman, tertib dan kondusif,” ujarnya.
Selain mengecek stok dan pelayanan, personel juga mengawasi penyaluran BBM bersubsidi, termasuk penggunaan barcode Pertamina. Pengawasan dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan maupun potensi penyimpangan dalam distribusi BBM. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti ketentuan yang berlaku saat melakukan pengisian BBM,” katanya.
Dari hasil pengecekan di enam SPBU tersebut, petugas tidak menemukan penyalahgunaan barcode, pengisian berulang oleh kendaraan yang sama, praktik penimbunan maupun gangguan keamanan lainnya. “Apabila masyarakat menemukan indikasi penyalahgunaan atau gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” tambahnya.
Ditsamapta Polda Kaltara memastikan patroli dan pemantauan akan terus dilakukan di sejumlah SPBU sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas sekaligus menjaga kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pemantauan agar kondisi di lapangan tetap terkendali dan pelayanan BBM kepada masyarakat berjalan dengan aman serta tertib,” pungkasnya. (jai)