Panen Melon Poktan Al-Barakah Bunyu, Bupati Dorong Penguatan Hortikultura dan Perluasan Pasar

Taslee • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 22:00 WIB

 

MELON : Bunda Literasi Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani ikut panen melon bersama petani di Kecamatan Bunyu.
(Taslee/Radar Tarakan)
MELON : Bunda Literasi Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani ikut panen melon bersama petani di Kecamatan Bunyu. (Taslee/Radar Tarakan)

 

 

TANJUNG SELOR – Kelompok Tani (Poktan) Al-Barakah bersama petani milenial di Kecamatan Bunyu menunjukkan potensi hortikultura di wilayah kepulauan melalui panen melon di Jalan Dewa Ruci RT 14, Desa Bunyu Selatan, Sabtu (26/9/2026).

Panen tersebut dihadiri Bupati Bulungan Syarwani bersama Dinas Pertanian dan perangkat daerah terkait.

Bupati mengapresiasi keberhasilan petani mengembangkan melon sekaligus mendorong dukungan lanjutan untuk memperkuat produksi.

“Terima kasih dan apresiasi serta dukungan penuh atas inisiatif dan kerja keras para petani di Pulau Bunyu. Saya mendorong Dinas Pertanian dan dinas teknis terkait untuk segera menyiapkan program bantuan lanjutan, seperti penyediaan bibit, pupuk, dan peralatan penunjang pertanian,” ujar Syarwani.

Menurutnya, pengembangan hortikultura tidak cukup berhenti pada peningkatan produksi.

Ketersediaan lahan dan kepastian pasar juga harus dipastikan agar usaha tani dapat berkelanjutan.

Syarwani meminta rencana pengembangan cabai dan tomat oleh Poktan Al-Barakah pada tahun depan turut ditindaklanjuti.

Ia menekankan pentingnya memastikan lahan yang digunakan berstatus clear and clean.

“Yang terpenting, pastikan ketersediaan lahan berstatus clear and clean agar kegiatan penanaman hingga pemeliharaan berjalan lancar,” pesannya.

Untuk menjaga keberagaman produksi, Syarwani juga mengusulkan pembagian fokus komoditas berdasarkan desa di Kecamatan Bunyu.

Setiap desa dapat mengembangkan komoditas berbeda, seperti melon, cabai, timun dan sayuran, sehingga produksi dan masa panen tidak menumpuk pada waktu yang sama.

“Dengan pembagian fokus komoditas di masing-masing desa, kita berharap hasil produksi lebih beragam dan masa panen dapat teratur, sehingga tidak semuanya menumpuk pada waktu yang sama,” jelasnya.

Persoalan pemasaran juga menjadi perhatian.

Syarwani meminta pelaku usaha lokal dan perusahaan yang beroperasi di Bunyu, termasuk Pertamina dan Lamindo, ikut membuka peluang penyerapan hasil pertanian masyarakat.

Menurutnya, pasar juga dapat diperluas ke wilayah sekitar, termasuk Tarakan, apabila produksi petani mengalami surplus.

“Kalau produksinya berlebih, kita bisa memperluas distribusi ke wilayah tetangga seperti Tarakan. Yang penting komunikasi dan koordinasinya dibangun dengan baik,” katanya.

Pemkab Bulungan melalui Dinas Pertanian diharapkan melanjutkan pendampingan, mulai dari sarana produksi, pengembangan komoditas hingga akses pemasaran.

Keberhasilan panen melon Poktan Al-Barakah dinilai menjadi salah satu peluang untuk memperkuat sektor hortikultura sekaligus meningkatkan pendapatan petani di Pulau Bunyu. (*)

Editor : Sophian Hadi
Bulunban Bupati Syarwani