TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat upaya pengelolaan sampah sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditandai dengan diresmikannya Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah “Perisi Benuanta” di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kilometer (Km) 9, Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Tanjung Selor, Kamis (24/9).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., didampingi Sekretaris Daerah Bulungan Risdianto, S.Pi., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran perangkat daerah terkait.
Kehadiran PDU Perisi Benuanta menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah, khususnya melalui proses pemilahan dan pengolahan sampah sebelum akhirnya masuk ke area pembuangan akhir.
Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Sampah organik maupun anorganik yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat dipilah dan diolah sehingga memiliki manfaat kembali bagi masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan, timbulan sampah yang masuk ke TPA Tanjung Selor saat ini mencapai sekitar 65 hingga 70 ton setiap hari.
Besarnya volume tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan sistem yang lebih terintegrasi, mulai dari sumber sampah hingga proses pengolahan di fasilitas akhir.
Untuk mendukung proses tersebut, PDU Perisi Benuanta dilengkapi dengan sejumlah sarana dan prasarana.
Di antaranya satu unit bangunan atau hanggar berukuran 30 x 25 meter, dua unit mesin dan konveyor pemilah dengan kapasitas pemilahan mencapai 2 ton per jam, satu unit jembatan timbang berkapasitas 40 ton, serta satu unit alat berat berupa ekskavator mini.
Dengan fasilitas tersebut, proses pengelolaan sampah diharapkan menjadi lebih terukur, terutama dalam proses penimbangan, pemilahan, hingga pengolahan sampah yang masih memiliki nilai manfaat.
Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan pembangunan dan pengoperasian PDU tersebut.
Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.
Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan agar persoalan sampah dapat ditangani secara menyeluruh.
Syarwani mengingatkan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai persoalan.
Selain mencemari lingkungan, penumpukan sampah juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat serta menurunkan kualitas ruang hidup.
Karena itu, keberadaan PDU diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
“Jangan sampai kita memandang sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang. Ada sampah yang masih memiliki nilai manfaat apabila kita kelola dengan baik,” kata Syarwani.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Langkah tersebut dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, memilah sampah berdasarkan jenisnya, menggunakan kembali barang yang masih dapat dipakai, serta mendaur ulang material yang masih memiliki nilai guna.
Menurutnya, perubahan pola pikir tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem persampahan yang berkelanjutan di Kabupaten Bulungan.
PDU Perisi Benuanta juga diharapkan dapat berkembang bukan hanya sebagai fasilitas pengolahan sampah, tetapi menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat. Warga dapat melihat secara langsung bagaimana sampah dipilah, dikelola dan diolah sehingga memiliki manfaat serta nilai ekonomi.
Nama “Perisi Benuanta” sendiri memiliki makna ajakan untuk bersama-sama menjaga kebersihan daerah. Filosofi tersebut sejalan dengan semangat pemerintah daerah untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
“Ini seiring nama Perisi Benuanta, dari bahasa Bulungan yang artinya ajakan mari kita bersama-sama membersihkan daerah kita,” ujar Syarwani.
Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan persampahan.
Kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah dari rumah menjadi salah satu kunci agar fasilitas pengolahan yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal.
Dengan beroperasinya PDU Perisi Benuanta, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap pengelolaan sampah di wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya semakin efektif.
Pada saat yang sama, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis daur ulang serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Bulungan juga menekankan bahwa pembangunan fasilitas pengelolaan sampah bukan menjadi tujuan akhir.
Yang lebih penting adalah memastikan fasilitas tersebut dimanfaatkan secara optimal dan diikuti perubahan perilaku masyarakat dalam menangani sampah dari sumbernya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan berbagai elemen lainnya, pengelolaan sampah di Bulungan diharapkan dapat bergerak dari sekadar “buang dan angkut” menuju sistem yang lebih modern, yakni kurangi, pilah, guna ulang, daur ulang dan olah sebelum sampah benar-benar berakhir di TPA. (*)
Editor : Sophian Hadi