Bunda PAUD Bulungan Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Literasi, Isi Survei TKM 2026

Taslee • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 08:07 WIB
SURVEI : Bunda Literasi Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani mengajak masyarakat ikuti survei TKM 2026.
(Taslee/Radar Tarakan)
SURVEI : Bunda Literasi Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani mengajak masyarakat ikuti survei TKM 2026. (Taslee/Radar Tarakan)

 

TANJUNG SELOR – Bunda PAUD Kabupaten Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani, mengajak seluruh masyarakat untuk semakin membudayakan kegemaran membaca dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, budaya membaca merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Ia menilai, membaca tidak hanya sebatas aktivitas untuk memperoleh informasi atau menambah wawasan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir, meningkatkan kemampuan memahami informasi, serta menumbuhkan kreativitas masyarakat.

Kebiasaan membaca, lanjutnya, perlu ditanamkan sejak usia dini dan terus dikembangkan hingga dewasa.

Lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang mendorong anak-anak dan generasi muda untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Budaya membaca perlu kita tumbuhkan bersama, mulai dari keluarga dan sejak usia dini. Membaca bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang cerdas, kreatif dan memiliki wawasan yang luas,” ujar Sri Nurhandayani Syarwani.

Sejalan dengan upaya tersebut, Bunda PAUD Bulungan juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2026.

Survei tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengetahui gambaran tingkat kegemaran membaca masyarakat.

Data dan informasi yang diperoleh dari partisipasi masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam memperkuat berbagai upaya peningkatan budaya literasi di Kabupaten Bulungan.

Sri Nurhandayani menekankan, keterlibatan masyarakat dalam survei tersebut sangat penting.

Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi, semakin baik pula gambaran yang dapat diperoleh mengenai kebiasaan dan kegemaran membaca di tengah masyarakat.

“Mari luangkan waktu untuk membaca dan ikut mengisi Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) 2026.

Partisipasi masyarakat sangat berarti untuk mengetahui sekaligus meningkatkan budaya membaca di Kabupaten Bulungan,” ajaknya.

Menurutnya, membangun budaya literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun institusi pendidikan.

Gerakan tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

Orang tua juga diharapkan dapat memberikan contoh sederhana dengan membiasakan membaca di rumah, menyediakan bahan bacaan yang sesuai, serta memberikan ruang bagi anak untuk mengenal berbagai informasi dan pengetahuan melalui aktivitas membaca.

Dengan semakin kuatnya budaya membaca, diharapkan masyarakat Bulungan tidak hanya memiliki akses terhadap informasi, tetapi juga mampu memahami, mengolah dan memanfaatkan informasi tersebut secara positif.

Melalui gerakan gemar membaca dan partisipasi dalam Survei TKM 2026, diharapkan tumbuh kesadaran bersama mengenai pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi Bulungan yang memiliki pengetahuan, kreativitas dan daya saing.

“Tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Mari kita mulai dari kebiasaan sederhana, meluangkan waktu untuk membaca setiap hari. Dari kebiasaan kecil tersebut, kita bisa membangun budaya literasi yang lebih kuat,” tambahnya.

Bunda PAUD Bulungan pun mengajak masyarakat menjadikan membaca sebagai kebutuhan sekaligus kebiasaan positif dalam keluarga dan lingkungan sekitar.

Satu langkah kecil hari ini untuk mewujudkan Kabupaten Bulungan yang semakin cerdas, berpengetahuan dan berbudaya literasi. (*)

Editor : Sophian Hadi
Bunda PAUD bulungan