Komisi II DPRD Bulungan Bahas Penataan Pasar Induk, Akses Pedagang Jadi Perhatian

Taslee • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 08:01 WIB
PENATAAN : Komisi II DPRD Bulungan bersama pihak terkait, rapat bersama membahas penataan pasar iniduk.(FOTO; IST)
PENATAAN : Komisi II DPRD Bulungan bersama pihak terkait, rapat bersama membahas penataan pasar iniduk.(FOTO; IST)

 

TANJUNG SELOR – Komisi II DPRD Kabupaten Bulungan bersama Pemerintah Daerah, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pengelola Pasar Induk, serta perwakilan asosiasi dan pedagang menggelar pertemuan membahas pembangunan dan penataan Pasar Induk Tanjung Selor.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas berbagai persoalan dan kebutuhan dalam proses pembangunan Pasar Induk, terutama yang berkaitan langsung dengan aktivitas perdagangan dan kepentingan para pedagang.

Sejumlah hal menjadi perhatian dalam pembahasan, di antaranya pembangunan pagar keliling pasar, pengaturan akses pintu masuk dan keluar, dampak pembangunan terhadap kios pedagang, penataan lokasi pedagang, pengelolaan drainase dan limbah, hingga optimalisasi berbagai fasilitas yang tersedia di kawasan pasar.

Perwakilan pedagang menyampaikan aspirasi agar pembangunan dan penataan pasar tetap memberikan ruang yang memadai bagi kelancaran aktivitas perdagangan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah akses keluar-masuk pasar yang dinilai penting untuk mendukung mobilitas pedagang, pembeli maupun distribusi barang.

Selain itu, pedagang yang terdampak pembangunan juga diharapkan mendapatkan solusi melalui penataan yang baik dan komunikasi yang terbuka.

Dengan demikian, pembangunan fasilitas pasar dapat berjalan tanpa mengabaikan keberlangsungan aktivitas ekonomi para pedagang.

Pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait menyampaikan komitmen untuk terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

Setiap langkah penataan akan tetap memperhatikan aspek teknis pembangunan, keamanan, kebersihan, kenyamanan, pengelolaan lingkungan, serta keberlangsungan aktivitas perdagangan di Pasar Induk Tanjung Selor.

Ketua Komisi II DPRD Bulungan, Mustafah juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, pengelola pasar, asosiasi, dan para pedagang dalam setiap tahapan pembangunan maupun penataan.

“Pasar Induk bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pembangunan dan penataannya perlu dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan kepentingan semua pihak,” ungkap Mustafah.

Pembahasan bersama tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah yang konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan di kawasan Pasar Induk.

Selain mendukung pembangunan sarana dan prasarana, penataan juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih teratur dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Pasar Induk Tanjung Selor memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perdagangan dan perputaran ekonomi masyarakat.

Karena itu, keberadaan fasilitas yang memadai, akses yang baik, lingkungan yang bersih, serta tata kelola yang tertib menjadi bagian penting dalam meningkatkan fungsi pasar.

Melalui sinergi dan komunikasi yang baik antara DPRD, pemerintah daerah, pengelola pasar, asosiasi, dan pedagang, diharapkan pembangunan dan penataan Pasar Induk Tanjung Selor dapat berjalan lebih optimal.

Ke depan, Pasar Induk diharapkan semakin tertata, aman, bersih dan nyaman, sekaligus mampu memberikan dukungan yang lebih baik terhadap aktivitas perdagangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bulungan. (*)

Editor : Sophian Hadi
pasar induk dprd bulungan