TANJUNG SELOR – Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono mengingatkan prajurit Korem 092/Maharajalila dan Kodim 0903/Bulungan untuk menjauhi berbagai bentuk pelanggaran. Pesan itu disampaikan saat kunjungan kerja (kunker) Pangdam VI/Mulawarman ke Bumi Benuanta.
Pramono mengatakan, setiap prajurit harus mampu mensyukuri pangkat, jabatan dan tugas yang diberikan. Menurutnya, rezeki tidak hanya berkaitan dengan kedudukan, tetapi juga ketakwaan serta kebaikan yang dilakukan kepada sesama.
“Kita patut bersyukur dalam situasi dan kondisi apa pun. Dengan bersyukur kita dimudahkan rezeki, karena rezeki itu datang bukan karena pangkat, kedudukan dan jabatan, melainkan karena ketakwaannya,” kata Pramono kepada Radar Kaltara, Kamis (24/9).
Ia menegaskan, tugas TNI tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi maupun institusi. Prajurit harus hadir memberikan manfaat ketika masyarakat membutuhkan bantuan, termasuk saat terjadi kebakaran, banjir maupun bencana lainnya.
“TNI sangat mulia orientasinya, tidak hanya untuk diri kita, tetapi untuk orang lain. Ada kebakaran kita bantu, ada bencana banjir kita bantu, ada masyarakat yang perlu dibantu kita bantu,” katanya.
Pramono juga meminta prajurit menjaga perilaku di mana pun ditempatkan dan apa pun jabatan yang diemban. Menurutnya, sikap baik seorang prajurit akan berpengaruh terhadap hasil pelaksanaan tugas sekaligus citra satuan.
“Sebagai prajurit TNI, di mana pun kita berada dan bertugas dan apa pun jabatannya, ketika kita semuanya baik, insyaallah juga akan menghasilkan hal-hal yang baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono secara tegas mengingatkan agar prajurit Korem maupun Kodim tidak terlibat aktivitas ilegal. Beberapa di antaranya seperti minuman keras, narkoba hingga pertambangan ilegal yang dapat merusak nama baik personel, keluarga dan institusi TNI.
“Tolong yang sudah baik dijaga dan dipertahankan. Jangan sampai kemudian kita di Kodim atau di Korem bermain ilegal, baik minuman keras, narkoba, tambang dan sebagainya,” tegasnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan media sosial (medsos) membuat setiap tindakan prajurit dapat dengan mudah diketahui dan disebarluaskan. Karena itu, personel diminta semakin berhati-hati dalam bertindak dan tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun.
“Sekarang di mana-mana ada kamera yang terkadang kita tidak sadar. Begitu kamera siap, siapa pun bisa meng-viralkan. Jadi tolong jangan ada pelanggaran apa pun bentuknya,” ungkapnya.
Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan seorang prajurit tidak hanya berdampak terhadap dirinya sendiri. Persoalan tersebut juga dapat berimbas kepada keluarga, satuan, bahkan institusi TNI dan bangsa.
“Ketika melanggar, yang rugi bukan hanya diri sendiri, tetapi keluarga, satuan, bangsa dan negara juga bisa terdampak,” ujarnya.
Pramono turut mengingatkan personel mengenai bahaya judi online dan pinjaman online. Ia meminta prajurit tidak terjerumus dalam aktivitas tersebut karena dapat menimbulkan persoalan finansial dan keluarga.
“Judi online itu tidak pernah ada untungnya. Judulnya menang, mungkin menang sekali, tetapi kalahnya berkali-kali. Pinjol digunakan untuk judi, semuanya akan hilang,” katanya.
Selain kepada prajurit, ia meminta personel turut memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah tugas masing-masing agar menjauhi judi online dan berbagai aktivitas yang merugikan. “Tolong itu jangan sampai dilakukan oleh personel Kodim. Bahkan, bisa memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayahnya untuk menjadi baik seperti kalian semuanya,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keharmonisan keluarga sebagai salah satu penunjang pelaksanaan tugas. Ia meminta prajurit dan keluarga saling menjaga hubungan agar persoalan internal tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
“Saya berpesan kepada bapak dan ibu agar saling menjaga hubungan keluarga dengan baik dan harmonis, sehingga tidak terjadi hal-hal yang kemudian ribut internal berkepanjangan,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara prajurit dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas di wilayah. Ketika masyarakat membutuhkan penanganan, prajurit diharapkan mampu membangun komunikasi dan bekerja sama sehingga persoalan dapat ditangani secara bersama.
“Kalau masyarakat berada pada satu lingkungan yang membutuhkan penanganan baik oleh kalian, maka kolaborasi akan menghasilkan kekuatan dan hasil yang besar,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim