Syarwani Dorong Sampah Diolah, Bukan Sekadar Dibuang

Fijai RT • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 15:41 WIB
TINJAU LAPANGAN : Bupati Bulungan, Syarwani melihat proses daur ulang sampah, Kamis (24/9).
TINJAU LAPANGAN : Bupati Bulungan, Syarwani melihat proses daur ulang sampah, Kamis (24/9).

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani mendorong pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pembuangan ke tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi dilakukan melalui pemilahan, pengolahan hingga pemanfaatan kembali. Hal itu disampaikan saat meresmikan Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah Perisi Benuanta, Kamis (24/9/2026).

Syarwani mengatakan, keberadaan PDU Perisi Benuanta merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memenuhi pelayanan dasar masyarakat, khususnya terkait kebersihan dan persampahan. “Keberadaan bangunan ini menjadi bagian pemenuhan kewajiban pemerintah daerah dalam pemberian pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan persoalan kebersihan dan persampahan,” kata Syarwani.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi tantangan yang semakin penting seiring pertumbuhan Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan. Karena itu, diperlukan sistem pengelolaan yang tidak hanya mengandalkan pembuangan akhir. “Persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan proses pembuangan akhir, tetapi perlu dilakukan melalui pemilahan, pengolahan dan pemanfaatan kembali,” ujarnya.

Syarwani menjelaskan, PDU tersebut diberi nama Perisi Benuanta yang diambil dari bahasa daerah suku Bulungan. Kata “perisi” memiliki makna ajakan untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama, termasuk menjaga kebersihan lingkungan. “Perisi Benuanta artinya ajakan sekaligus bersama-sama untuk kita menjaga kebersihan, membersihkan daerah ini dari hal-hal yang menyangkut persampahan,” jelasnya.

Ia menegaskan, gerakan pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan rumah tangga dan tempat pembuangan sampah sementara (TPS), bukan hanya di fasilitas daur ulang. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga kebersihan. “Kita ingin Perisi Benuanta bukan hanya dilaksanakan di pusat daur ulang ini, tetapi sudah dimulai pada tingkat TPS dan rumah tangga masyarakat,” tegasnya.

Keberadaan PDU juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap sampah yang sebelumnya berakhir di TPA. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk organik, sementara sampah plastik dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai ekonomis. “Jadi sampah ini bukan hanya sampai habis di tingkat TPA, tetapi ada proses pengolahan sehingga dari sampah yang ada bisa memberikan nilai tambah,” katanya.

Selain menjadi pusat pengolahan, Syarwani berharap PDU Perisi Benuanta dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan pelajar. Proses pemilahan hingga pengolahan sampah dapat diperkenalkan secara langsung kepada generasi muda. “Kita harapkan pusat daur ulang ini dapat menjadi sekolah terbuka ataupun sekolah lapangan yang bisa dimanfaatkan untuk mengedukasi para siswa,” ungkapnya.

Syarwani juga mengapresiasi jajaran DLH Bulungan yang selama ini terlibat dalam penanganan sampah dan kebersihan daerah. Ia berharap keberadaan PDU dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya. “Kita ingin pengelolaan sampah dilakukan bersama-sama dan kesadaran menjaga kebersihan dapat tumbuh mulai dari lingkungan keluarga,” pungkasnya.(jai)

Editor : Azward Halim
Bupati Bulungan Syarwani pemkab bulungan