Kekurangan 588 Guru, Bulungan Siapkan Formasi CPNS  

Fijai RT • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 22:15 WIB
CARI SOLUSI : Bupati Bulungan, Syarwani memimpin rapat pembahasan strategi pemenuhan tenaga pendidik di Aula Disdikbud Bulungan, Rabu (23/9)
CARI SOLUSI : Bupati Bulungan, Syarwani memimpin rapat pembahasan strategi pemenuhan tenaga pendidik di Aula Disdikbud Bulungan, Rabu (23/9)

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan memetakan kebutuhan tenaga pendidik yang mencapai sekitar 588 guru. Pemetaan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan guru berdasarkan jenjang pendidikan, mata pelajaran, karakteristik satuan pendidikan hingga kondisi geografis, terutama wilayah hulu Sungai Kayan.

Ia menekankan pentingnya data yang akurat sebelum Pemkab Bulungan mengusulkan kebutuhan formasi kepada pusat. “Rekonsiliasi data antar Disdikbud dan BKPSDM harus dilakukan agar jumlah tenaga PPPK maupun guru eksisting benar-benar akurat. Data yang presisi menjadi dasar utama kita dalam mengusulkan formasi ke pemerintah pusat,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (23/9).

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan guru ke depan akan diarahkan melalui jalur seleksi CPNS sesuai ketentuan pusat. Pola tersebut menjadi acuan dalam mengatasi kekurangan tenaga pendidik di Bulungan, termasuk untuk formasi yang dinilai vital. “Apa pun pola yang diterapkan nanti untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar, kita pastikan bermuara pada mekanisme tes CPNS,” ungkapnya.

Syarwani mengatakan, Pemda Bulungan masih terus memetakan kebutuhan riil di lapangan agar formasi yang diusulkan benar-benar sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan guru agama di sejumlah sekolah. “Pemda Bulungan terus memetakan kebutuhan riil di lapangan, terutama untuk formasi vital seperti guru agama,” katanya.

Selain kebutuhan guru mata pelajaran, rapat juga membahas persoalan tenaga Tata Usaha (TU) dan gelombang guru yang memasuki masa pensiun. Penyesuaian porsi belanja pegawai dalam APBD turut menjadi perhatian agar pemenuhan tenaga pendidikan tetap berjalan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

“Kita juga harus mencermati kebutuhan tenaga TU, guru yang memasuki masa pensiun serta porsi belanja pegawai agar tetap proporsional,” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi geografis Bulungan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan tenaga pendidik. Karena itu, pemetaan tidak hanya menghitung jumlah guru, tetapi juga melihat lokasi dan karakteristik sekolah, termasuk wilayah yang memiliki keterbatasan akses. “Kebutuhan guru harus kita lihat berdasarkan jenjang, mata pelajaran dan karakteristik satuan pendidikan, termasuk kondisi geografis khususnya di wilayah hulu Sungai Kayan,” jelasnya.

Meski masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan menunggu regulasi terbaru pusat, Syarwani meminta Disdikbud memastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan optimal. Sekolah diminta memaksimalkan tenaga yang tersedia sembari menunggu kebijakan terkait pemenuhan formasi guru.

“Saya berpesan kepada Disdikbud, di tengah berbagai dinamika yang ada di sekolah maupun kecamatan, pastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan optimal dengan memaksimalkan potensi tenaga yang ada, sambil kita menunggu regulasi terbaru dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (jai)

 

Editor : Azward Halim
guru pemkab bulungan Bupati Bulungan