Intake Sungai Kayan Capai 80 Persen, Tinggal Tunggu Pompa dari Luar Negeri

Eliazar Simon • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 22:44 WIB
PEMBANGUNAN : Pembangunan intake air baku Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan kini memasuki tahap akhir.
PEMBANGUNAN : Pembangunan intake air baku Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan kini memasuki tahap akhir. 

TANJUNG SELOR  – Pembangunan intake air baku Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan kini memasuki tahap akhir. Infrastruktur yang memiliki kapasitas pengambilan air hingga 200 liter per detik itu telah mencapai progres sekitar 80 persen.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor, Mustafa, S.ST., M.T., mengatakan, sebagian besar konstruksi telah rampung. Pekerjaan yang masih tersisa berada di sekitar rumah pompa dan sistem penyaringan.

“Kalau yang di sana itu tinggal pompa sebenarnya. Rumah pompanya sudah ada. Tinggal pompanya, kemudian ada saringan yang perlu diperbaiki sama sedimen di bawah rumah pompa itu dibersihkan. Jadi memang tinggal beberapa bagian saja,” ujar Mustafa.

Saat ini, pompa masih dalam proses pengadaan. Sebagian komponen pompa harus didatangkan dari luar negeri sehingga pemasangannya masih menunggu barang tiba.

“Pompanya masih proses pemesanan. Ada sebagian unsur pompanya dari luar negeri, jadi masih PO. Begitu datang, ya langsung kita pasang. Kalau sudah terpasang, jaringan yang ada itu sudah terhubung semua,” katanya.

Mustafa menyebut pemasangan pompa nantinya akan mendorong progres fisik pembangunan mendekati 90 persen. Setelah itu, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian fasilitas pendukung sebelum dilakukan pengecekan kesiapan operasional.

“Sekarang sekitar 80 persen. Kalau pompanya sudah datang, mungkin mendekati 90 persen. Tinggal rumah pompa, saringan, kemudian bersihkan bagian bawahnya itu. Setelah itu kita lihat lagi untuk penyelesaian berikutnya,” jelasnya.

Intake tersebut memanfaatkan Sungai Kayan sebagai sumber air baku dengan kapasitas pengambilan hingga 200 liter per detik. Mustafa menyebut kapasitas tersebut masih memungkinkan mengingat Sungai Kayan memiliki aliran dan lebar yang cukup besar.

“Karena Sungai Kayan itu kan besar, lebar juga. Jadi 200 liter per detik itu masih cukup untuk diambil dari sana,” ungkapnya.

Sebagai pembanding, Mustafa menyebut rencana kapasitas Bendungan Binalatung di Tarakan juga berada di angka 200 liter per detik. Namun, pemanfaatan saat ini baru sekitar 120 liter per detik.

Menurut Mustafa, kondisi sumber air sungai tetap perlu dipantau, terutama ketika curah hujan mengalami penurunan. Namun, Sungai Kayan memiliki karakter berbeda dibandingkan sumber air yang mengandalkan tampungan seperti embung maupun bendungan.

Pembangunan intake ini juga berkaitan dengan kebutuhan air baku yang terus berkembang di Bulungan, termasuk untuk mendukung aktivitas kawasan industri.

Sejumlah perusahaan di kawasan industri telah memiliki intake dan instalasi pengolahan air (IPA) sendiri. Pengambilan air dari sungai tersebut juga dilakukan berdasarkan rekomendasi dan penggunaannya dilaporkan secara berkala.

“Di kawasan industri itu perusahaan memang ada yang punya intake sendiri, punya IPA sendiri. Kami dulu yang merekomendasikan untuk pengambilan airnya. Jadi mereka mengambil dari sungai, kemudian pemakaiannya juga dilaporkan secara berkala,” tutur Mustafa.

Dengan kapasitas 200 liter per detik, intake Sungai Kayan diharapkan menambah sumber air baku di Kabupaten Bulungan. Untuk saat ini, BWS Kalimantan V masih menunggu kedatangan pompa sebelum melanjutkan pemasangan dan penyelesaian sejumlah fasilitas pendukung.

“Jadi tinggal menunggu pompanya saja. Rumah pompa sudah ada, jaringan sudah nyambung. Nanti kalau pompanya datang, dipasang, kita bersihkan bagian yang perlu dibersihkan, kemudian baru kita lihat kesiapan semuanya untuk dioperasikan,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
intake air baku sungai kayan tanjung selor bulungan