Usai Monev RSDSS, Wabup Bulungan Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di KM 12 Gunung Sari

Taslee • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 08:36 WIB

 

RESPON CEPAT: Wabup Bulungan, Kilat, memastikan respons cepat terhadap penanganan karhutla di Bulungan.
(Taslee/Radar Tarakan)
RESPON CEPAT: Wabup Bulungan, Kilat, memastikan respons cepat terhadap penanganan karhutla di Bulungan. (Taslee/Radar Tarakan)

 

 

TANJUNG SELOR – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Bulungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali ditunjukkan melalui langkah nyata di lapangan.

Usai melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) di Rumah Sakit Daerah Soemarno Sosroatmodjo (RSDSS) Tanjung Selor, Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., langsung bergerak menuju lokasi karhutla di Kilometer (KM) 12, Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, baru-baru ini.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kebakaran sekaligus memastikan upaya penanganan oleh petugas gabungan berjalan sebagaimana mestinya.

Kehadiran pemerintah daerah juga menjadi bentuk dukungan moril kepada personel yang tengah bekerja keras mengendalikan api di tengah kondisi medan yang cukup menantang.

Setibanya di lokasi, Wabup Kilat meninjau proses pemadaman yang dilakukan petugas gabungan BPBD, TNI, dan unsur terkait lainnya.

Dari hasil pemantauan, penanganan karhutla terus dilakukan secara bersama-sama dengan memperhatikan kondisi titik api dan situasi di sekitar lokasi.

Medan yang dihadapi petugas membuat proses pemadaman tidak selalu mudah.

Namun, koordinasi dan kerja sama antarpersonel terus dilakukan untuk mengendalikan api serta mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Kilat mengapresiasi kerja keras petugas gabungan yang terus berada di lapangan dalam upaya menangani karhutla.

Menurutnya, langkah cepat dan koordinasi yang baik diperlukan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Selain meninjau penanganan api, Wabup Kilat juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan pembakaran lahan. Kondisi cuaca saat ini tidak menentu, sehingga pembakaran dapat dengan mudah memicu meluasnya api dan kembali menimbulkan kabut asap,” ujar Kilat.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas di lapangan.

Peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, pencegahan sejak dini perlu menjadi perhatian bersama.

Masyarakat diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada lahan yang mudah terbakar.

Terlebih, dampak karhutla dan kabut asap sebelumnya telah dirasakan masyarakat hingga memengaruhi berbagai aktivitas, termasuk kegiatan pendidikan yang sempat menerapkan Belajar dari Rumah (BDR).

“Kita tentu tidak ingin kondisi seperti itu kembali terjadi. Karena itu, pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Mari sama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran yang dapat menimbulkan dampak lebih luas,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bulungan terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana, aparat keamanan, serta masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla.

Penanganan di lapangan diharapkan dapat berjalan optimal, sementara upaya pencegahan terus diperkuat untuk mengurangi risiko kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat.

Kunjungan Wabup Kilat ke lokasi karhutla di KM 12 Gunung Sari menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan persoalan yang berkaitan dengan keselamatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat mendapat perhatian secara langsung. (*)

Editor : Sophian Hadi
wabup kilat karhutla pemkab bulungan