TANJUNG SELOR – Dua unit rumah dinas guru milik SDN 003 Tanjung Palas di Jalan AMD RT 008, Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, terbakar Minggu (20/9) sekitar pukul 10.30 Wita.
Kapolsek Tanjung Palas, Iptu Ari Siswoyo membenarkan kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, api diketahui setelah saksi pulang dari ibadah dan melihat kobaran api dari rumah dinas guru yang berada di sebelah rumahnya. “Saat tiba di rumah, saksi melihat kobaran api yang berasal dari bangunan rumah dinas guru,” kata Ari kepada Radar Kaltara, Minggu (20/9).
Api kemudian dengan cepat membesar karena bangunan rumah dinas terbuat dari kayu dan kondisinya sudah lama lapuk. Warga sekitar berupaya melakukan pemadaman sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. “Api cepat membesar karena bangunan rumah dinas terbuat dari kayu dan kondisinya sudah lama lapuk,” ungkapnya.
Petugas pemadam kebakaran dari Tanjung Selor dan Kecamatan Tanjung Palas langsung dikerahkan ke lokasi. Total enam unit mobil pemadam diterjunkan, terdiri dari tiga unit PMK Tanjung Selor dan tiga unit PMK Tanjung Palas.
“Enam unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api,” jelas Ari.
Petugas bersama warga berjibaku memadamkan api selama sekitar satu setengah jam. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 Wita. “Setelah kurang lebih satu setengah jam dilakukan pemadaman, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 Wita,” ungkapnya.
Akibat kebakaran tersebut, dua unit rumah dinas guru SDN 003 Tanjung Palas mengalami kerusakan. Sementara itu, kerugian materiel masih dalam pendataan sehingga belum dapat dipastikan nilainya. “Untuk kerugian materiel masih dalam pendataan dan belum dapat diperkirakan,” kata Ari.
Beruntung, tidak ada penghuni di dalam kedua bangunan saat kebakaran terjadi. Polisi memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. “Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Tanjung Palas. Dugaan yang berkembang di masyarakat menyebut api kemungkinan berasal dari puntung rokok yang ditinggalkan anak-anak yang kerap nongkrong di bangunan kosong tersebut. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan.
“Penyebab kebakaran masih kami dalami dan dugaan yang beredar di masyarakat masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Ari.
Petugas kepolisian telah melakukan sejumlah langkah di lokasi, mulai dari membantu proses pemadaman, mendata dampak kebakaran, meminta keterangan saksi hingga berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan pemerintah kecamatan. “Anggota Polsek masih mendalami seluruh informasi yang diperoleh untuk memastikan penyebab kebakaran dua rumah dinas guru tersebut,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim