Tenguyun Fest 2026 Semarak, 712 Pegiat Olahraga Tradisional Berpartisipasi

Taslee • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 15:51 WIB
TRADISIONAL : Berbagai atraksi olahraga tradisional tampil di Tenguyun Fest 2026.
(Taslee/Radar Tarakan)
TRADISIONAL : Berbagai atraksi olahraga tradisional tampil di Tenguyun Fest 2026. (Taslee/Radar Tarakan)

 

TANJUNG SELOR – Sebanyak 712 pegiat olahraga tradisional dari 10 kecamatan se-Kabupaten Bulungan turut menyemarakkan Tenguyun Fest 2026 yang dipusatkan di Kampus Universitas Kaltara (Unikal), Tanjung Selor, mulai 17 hingga 20 September 2026.

Festival olahraga rekreasi masyarakat tersebut menjadi ajang pemanasan sekaligus pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi ke-236 Kota Tanjung Selor dan ke-66 Kabupaten Bulungan Tahun 2026.

Tenguyun Fest 2026 resmi dibuka pada Kamis malam (17/9) oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., didampingi Wakil Bupati Kilat, A.Md., serta Sekretaris Daerah Risdianto, S.P., M.Si.

Pembukaan turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengurus KORMI Bulungan, civitas akademika Universitas Kaltara, serta para pegiat olahraga tradisional dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Syarwani menyampaikan apresiasi kepada Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bulungan yang berkolaborasi dengan Universitas Kaltara dan berbagai pihak dalam menyelenggarakan festival tersebut.

“Apresiasi luar biasa kami sampaikan kepada KORMI Bulungan yang mampu mengonsolidasikan organisasi ini hingga ke 10 kecamatan. Kehadiran para pegiat malam ini adalah bukti nyata kekuatan kebersamaan kita untuk mengolahragakan masyarakat dan melestarikan warisan leluhur,” ujar Bupati.

Menurutnya, olahraga rekreasi masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kebugaran sekaligus memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat.

Berbagai permainan dan olahraga tradisional juga merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Bupati menjelaskan, peringatan Hari Jadi Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan tahun ini mengusung tema besar “Melestarikan Budaya, Mantapkan Potensi Unggulan dan Bulungan Berkelanjutan.”

Rangkaian kegiatan secara keseluruhan dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 21 Oktober 2026 di sejumlah lokasi strategis.

Agenda tersebut diawali dengan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bulungan pada 7 Oktober, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam kerabat Kesultanan Bulungan pada 8 Oktober.

Salah satu agenda yang diproyeksikan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat adalah Festival Sungai Kayan yang akan berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2026 di sepanjang tepian Sungai Kayan, khususnya kawasan Pelabuhan VIP hingga sekitar Hotel Asoy.

Festival tersebut akan menghadirkan lomba dayung tradisional dengan tiga kategori, yakni kelas 20, 30, dan 50 pendayung. Khusus kelas 30 pendayung, pendaftaran dibuka secara terbuka bagi peserta dari seluruh wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Hingga saat ini, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUP) Kabupaten Bulungan mencatat lebih dari 100 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba tersebut.

Tak hanya berorientasi pada kompetisi, Festival Sungai Kayan juga diarahkan menjadi ruang penggerak ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif untuk terlibat dan memanfaatkan tingginya aktivitas masyarakat selama festival berlangsung.

Dengan demikian, rangkaian peringatan Hari Jadi tidak hanya menjadi momentum hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, untuk perlombaan olahraga tradisional lainnya, Bupati menginstruksikan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DKOP) Kabupaten Bulungan agar memusatkan pelaksanaannya di kawasan Kebun Raya Bunda Yati pada 18 hingga 21 Oktober 2026.

Pelaksanaan teknis kegiatan tersebut nantinya dikelola secara kolaboratif antara DKOP dan KORMI Bulungan, sehingga diharapkan mampu menghadirkan kompetisi olahraga tradisional yang meriah sekaligus menjadi ruang interaksi masyarakat dari berbagai wilayah.

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, kondusivitas, serta kedamaian selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Semangat “Tenguyun”, yang mencerminkan nilai kebersamaan dan gotong royong, diharapkan terus menjadi kekuatan dalam setiap kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Bulungan.

“Dengan semangat Tenguyun, mari kita jaga kebersamaan. Kita boleh berbeda suku, agama dan latar belakang, tetapi kita tetap satu dalam membangun Bulungan,” demikian pesan Bupati.

Tenguyun Fest 2026 pun menjadi gambaran awal semangat kebersamaan tersebut. Dengan keterlibatan ratusan pegiat dari seluruh kecamatan, festival ini tidak hanya menjadi panggung olahraga tradisional, tetapi juga ruang untuk memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya lokal, dan menumbuhkan semangat masyarakat untuk hidup sehat serta aktif. (*)

Editor : Sophian Hadi
bupati Bupati Syarwani bulungan Tenguyun Fest