Wabup Kilat Lepas Rombongan Tour Holyland, Titip Pesan Jadikan Perjalanan sebagai Momentum Memperkua

Taslee • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 06:14 WIB
PELEPASAN : Wakil Bupati Bulungan, Kilat menyampaikan arahan dalam pelepasan peserta tour Holyland.
(Taslee/Radar Tarakan)
PELEPASAN : Wakil Bupati Bulungan, Kilat menyampaikan arahan dalam pelepasan peserta tour Holyland. (Taslee/Radar Tarakan)

 

TANJUNG SELOR – Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., melepas rombongan peserta Tour Holyland di Pendopo Rumah Jabatan Wakil Bupati Bulungan, akhir pekan tadi.

Pelepasan tersebut menjadi momentum bagi para peserta sebelum memulai perjalanan religi ke Tanah Suci.

Dalam kesempatan itu, Wabup Kilat tidak hanya menyampaikan ucapan selamat jalan, tetapi juga menitipkan pesan agar perjalanan yang dilakukan dapat memberikan pengalaman spiritual dan menjadi bagian dari proses memperkuat keimanan.

Menurutnya, perjalanan ke Tanah Suci hendaknya tidak semata-mata dipandang sebagai wisata religi untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan memiliki nilai keagamaan.

Lebih dari itu, perjalanan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi diri, memperbanyak doa dan rasa syukur, serta semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kilat mengajak seluruh peserta untuk menikmati setiap tahapan perjalanan dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan.

Setiap tempat yang dikunjungi, kata dia, memiliki nilai sejarah dan spiritual yang dapat menjadi bahan perenungan untuk memahami kehidupan secara lebih luas.

“Jangan hanya membawa pulang foto dan cerita perjalanan. Bawalah pulang nilai-nilai kebaikan, persaudaraan dan keteladanan,” pesan Kilat.

Ia berharap pengalaman selama berada di Tanah Suci nantinya dapat memberikan perubahan positif bagi kehidupan para peserta setelah kembali ke tanah air.

Nilai-nilai yang diperoleh selama perjalanan diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap yang lebih bijaksana, rendah hati, penuh kasih dan peduli terhadap sesama.

Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan selama perjalanan.

Dengan jumlah peserta yang tergabung dalam satu rombongan, setiap orang diharapkan dapat saling memperhatikan, membantu dan menjaga satu sama lain.

“Jaga kesehatan, jaga kebersamaan dan jaga nama baik keluarga maupun daerah. Kalau ada saudara kita yang membutuhkan bantuan, jangan segan untuk saling membantu,” ujarnya.

Kilat menilai kebersamaan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan religi.

Perbedaan usia, latar belakang maupun kondisi masing-masing peserta hendaknya tidak menjadi penghalang untuk membangun rasa persaudaraan.

Selain itu, ia berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga kesehatan mengingat perjalanan yang cukup panjang serta rangkaian kegiatan yang akan dijalani.

Kondisi fisik yang baik dinilai penting agar seluruh peserta dapat mengikuti setiap agenda dengan nyaman dan khusyuk.

Dalam kesempatan tersebut, Kilat juga menitipkan doa bagi Kabupaten Bulungan.

Ia berharap perjalanan yang dilakukan para peserta dapat menjadi kesempatan untuk turut mendoakan daerah agar senantiasa diberikan keamanan, kedamaian dan keberkahan.

“Doakan Kabupaten Bulungan agar selalu aman dan damai, pembangunan berjalan lancar, serta masyarakat kita semakin sejahtera,” harapnya.

Menurutnya, doa dari masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun optimisme dan semangat bersama untuk kemajuan daerah.

Pemerintah dan masyarakat, kata dia, memiliki peran yang saling melengkapi dalam mewujudkan Bulungan yang semakin maju dan sejahtera.

Menutup sambutannya, Kilat mendoakan seluruh rombongan agar diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dan kelancaran selama menjalani perjalanan hingga kembali ke Kabupaten Bulungan.

Ia berharap seluruh peserta dapat menikmati perjalanan dengan penuh rasa syukur sekaligus membawa pulang pengalaman yang memberikan makna mendalam bagi kehidupan.

“Berangkat dengan niat baik, jalani dengan penuh syukur, dan pulang membawa hati yang semakin kuat serta nilai-nilai kebaikan untuk dibagikan kepada sesama,” tutupnya.

Dengan pesan tersebut, perjalanan Tour Holyland diharapkan bukan sekadar perjalanan mengunjungi tempat-tempat suci dan bersejarah, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan serta menumbuhkan semangat untuk terus menghadirkan kebaikan di tengah keluarga dan masyarakat. (*)

Editor : Sophian Hadi
wabup kilat Hollyland Religi bulungan