TANJUNG SELOR – Realisasi keuangan APBD Bulungan hingga semester I 2026 baru mencapai 35,72 persen atau sekitar Rp 718,01 miliar. Sementara itu, progres fisik tercatat sebesar 39,05 persen.
Untuk itu, Pemda Bulungan pun meminta seluruh perangkat daerah mempercepat pelaksanaan program agar penyerapan anggaran tidak menumpuk pada akhir tahun.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, percepatan pelaksanaan kegiatan menjadi perhatian pemda, terutama dengan waktu pelaksanaan APBD 2026 yang terus berjalan.
“Seluruh perangkat daerah diminta tidak menumpuk pelaksanaan kegiatan di akhir tahun agar penyerapan anggaran lebih optimal,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (16/9).
Menurutnya, serapan anggaran tidak hanya diukur dari besarnya realisasi keuangan, tetapi juga dari manfaat program yang dihasilkan bagi masyarakat. Karena itu, setiap anggaran yang telah dialokasikan harus segera diwujudkan melalui kegiatan yang memiliki dampak langsung.
“Anggaran yang dialokasikan harus segera diwujudkan menjadi program yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Syarwani menegaskan, percepatan realisasi juga perlu dibarengi dengan pelaksanaan kegiatan secara tepat sasaran. Perangkat daerah diminta memastikan program yang dijalankan tetap sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata.
"Kita ingin setiap anggaran yang dibelanjakan memberikan manfaat dan menghasilkan perubahan bagi masyarakat,” jelasnya.
Di tengah ruang fiskal yang ketat, Pemkab Bulungan tetap berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan melalui optimalisasi Perubahan APBD 2026. Pemerintah daerah mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) untuk mendukung pembiayaan program prioritas.
“Melalui perubahan APBD, kita tetap memprioritaskan pembangunan dengan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang tersedia,” ungkapnya.
Ia kembali meminta seluruh OPD mempercepat proses pelaksanaan kegiatan dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. “Jangan sampai kegiatan menumpuk di penghujung tahun, sehingga pelaksanaan dan manfaat anggaran tidak optimal,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim