TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan menaikkan alokasi belanja daerah dalam rancangan perubahan APBD 2026 menjadi Rp 2,038 triliun. Angka tersebut naik sekitar Rp 28,23 miliar dibandingkan APBD murni 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 2,010 triliun.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, kenaikan tersebut merupakan penyesuaian terhadap dinamika fiskal setelah APBD murni 2026 ditetapkan. Penyesuaian mencakup sisi pendapatan, belanja hingga pembiayaan daerah. “Untuk perubahan ini pasti ada dinamika, baik dari postur pendapatan, belanja maupun pembiayaan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara usai menyampaikan Nota Penjelasan Rancangan Perda tentang Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna DPRD Bulungan, Senin (14/9).
Salah satu tambahan pendapatan berasal dari transfer pusat melalui dana bagi hasil (DBH). Nilainya sekitar Rp 25 miliar dan menjadi bagian dari penyesuaian struktur pendapatan daerah dalam APBD Perubahan 2026. “Secara akumulatif terdapat penambahan pada struktur anggaran dibandingkan APBD murni 2026, salah satunya berasal dari transfer pemerintah pusat melalui DBH sekitar Rp25 miliar,” ungkapnya.
Selain tambahan DBH, perubahan APBD juga memperhitungkan koreksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2025 berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam APBD murni 2026, SiLPA 2025 diproyeksikan sekitar Rp 424,98 miliar. “Setelah dilakukan audit BPK, nilai SiLPA tercatat sekitar Rp 508,83 miliar,” jelas Syarwani.
Dari hasil tersebut terdapat selisih sekitar Rp 83,8 miliar antara proyeksi SiLPA yang sebelumnya ditetapkan pemda dan hasil audit BPK. Selisih itu kemudian menjadi bagian dari sumber pembiayaan dalam perubahan APBD 2026. “Selisih antara SiLPA yang kita susun dengan hasil audit BPK itu menjadi bagian daripada pembiayaan kegiatan di perubahan tahun 2026,” ungkapnya.
Syarwani menjelaskan, total belanja daerah dalam APBD murni 2026 sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 2.010.206.978.177. Dalam rancangan perubahan APBD, angka tersebut meningkat menjadi Rp 2.038.445.932.670. “Total belanja yang kita alokasikan di murni tahun 2026 sebesar Rp 2.010.206.978.177. Di perubahan ini menjadi kurang lebih Rp 2.038.445.932.670,” tuturnya.
Tambahan kemampuan fiskal tersebut tidak akan dialokasikan secara umum, tetapi diarahkan pada sejumlah sektor yang menjadi prioritas pembangunan daerah. Pemkab Bulungan menetapkan sedikitnya lima fokus utama dalam perubahan APBD 2026. “Fokus kita ada di bidang kesehatan, pendidikan, termasuk infrastruktur, bidang pertanian dalam arti luas, dan juga upaya pelayanan publik,” tegas Syarwani.
Sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Begitu pula pendidikan yang menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Fokus perubahan APBD diarahkan pada sektor-sektor yang menjadi prioritas pemerintah daerah dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Di sektor infrastruktur, tambahan anggaran diarahkan untuk mendukung pembangunan yang menunjang konektivitas dan pelayanan kepada masyarakat. Sementara pertanian dalam arti luas tetap menjadi perhatian untuk mendukung aktivitas ekonomi dan potensi daerah. “Pertanian dalam arti luas menjadi salah satu fokus pembangunan yang kita dukung melalui perubahan anggaran,” ujar Syarwani.
Menurutnya, perubahan APBD tidak semata-mata berkaitan dengan perubahan angka dalam struktur keuangan daerah. Penyesuaian fiskal harus memberikan manfaat nyata terhadap pembangunan dan pelayanan masyarakat. “Perubahan APBD tidak hanya untuk menyesuaikan angka-angka dalam struktur keuangan daerah, tetapi memastikan tambahan kemampuan fiskal dapat memberikan dampak terhadap pelayanan dan pembangunan,” jelasnya.
Pemda selanjutnya akan mengarahkan anggaran perubahan sesuai prioritas pembangunan yang telah ditetapkan. Pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kebutuhan masyarakat. “Kita arahkan anggaran perubahan sesuai dengan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim