TANJUNG SELOR – Semangat melestarikan olahraga tradisional sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Komunitas Sahabat Kilat (KOBAT).
Rangkaian kegiatan tersebut dikemas melalui lomba tradisional KOBAT Warrior Sumpit 2026 yang berlangsung semarak di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Sabtu (12/9).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Antusiasme peserta dan masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa olahraga tradisional masih memiliki daya tarik dan dapat menjadi sarana positif untuk membangun kebersamaan, sportivitas, sekaligus menjaga warisan budaya lokal.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, Risdianto, S.Pi., M.Si., turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Bulungan menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang memiliki nilai positif, khususnya dalam pelestarian budaya dan pengembangan potensi generasi muda.
Wabup Kilat menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan meriah.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa olahraga tradisional masih mendapatkan tempat di tengah perkembangan zaman.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana atas kerja kerasnya. Antusiasme ratusan peserta hari ini membuktikan bahwa olahraga tradisional yang menjadi ajang kompetisi ini masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat,” ujar Kilat.
Menurutnya, lomba sumpit tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk mencari pemenang.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan kembali permainan dan olahraga tradisional kepada generasi muda agar tidak kehilangan akar budaya daerah.
Kilat berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan dikemas semakin menarik, sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kalangan anak muda.
Dengan demikian, olahraga tradisional tidak hanya menjadi bagian dari sejarah dan kebudayaan, tetapi juga dapat berkembang menjadi aktivitas olahraga yang memiliki prestasi.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan KOBAT Warrior Sumpit 2026 juga dinilai dapat memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.
Suasana kompetisi yang berlangsung meriah menjadi ruang bagi peserta untuk berinteraksi, membangun persaudaraan, serta menjunjung tinggi sportivitas.
Sementara itu, Sekda Bulungan Risdianto menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Bulungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang dapat mendorong pengembangan potensi generasi muda sekaligus menjaga kebudayaan lokal.
Menurutnya, olahraga tradisional memiliki nilai penting karena mengandung unsur budaya, keterampilan, ketangkasan, konsentrasi, dan sportivitas.
Karena itu, keberadaannya perlu terus diperkenalkan dan dikembangkan agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
“Melalui agenda KOBAT ini diharapkan melahirkan bibit-bibit atlet olahraga tradisional berbakat yang siap berprestasi di tingkat daerah maupun nasional,” pesan Risdianto.
Ia menambahkan, pengembangan olahraga tradisional membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari komunitas, pemerintah, masyarakat hingga generasi muda.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar olahraga tradisional dapat terus hidup dan memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang.
KOBAT Warrior Sumpit 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan peringatan HUT komunitas semata.
Agenda tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun pembinaan olahraga tradisional secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang bagi munculnya atlet-atlet potensial dari Kabupaten Bulungan.
Dengan semangat kebersamaan, pelestarian budaya dan sportivitas yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut, olahraga tradisional diharapkan semakin dikenal dan diminati masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus warisan budaya daerah. (")
Editor : Sophian Hadi