Peletakan Batu Pertama GKII Long Buang, Wabup Tekankan Peran Gereja Bangun Karakter

Taslee • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 14:00 WIB
KUNJUNGAN : Wabup Bulungan, Kilat saat tiba bersama rombongan di Desa Long Buang.
(Taslee/Radar Tarakan)
KUNJUNGAN : Wabup Bulungan, Kilat saat tiba bersama rombongan di Desa Long Buang. (Taslee/Radar Tarakan)

 

LONG BUANG – Pembangunan rumah ibadah tidak hanya menjadi bagian dari upaya meningkatkan sarana keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang penting dalam membangun karakter, memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Bulungan Kilat, A.Md., saat melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Long Buang di RT 001, Desa Long Buang, Kecamatan Peso, baru-baru ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Kilat menyampaikan apresiasi dan dukungan atas dimulainya pembangunan gedung gereja tersebut.

Menurutnya, pembangunan rumah ibadah merupakan bagian penting dari pembangunan kehidupan masyarakat, khususnya dalam memperkuat kehidupan spiritual sekaligus membangun nilai-nilai sosial.

Wabup mengingatkan bahwa keberadaan gereja tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan.

Lebih dari itu, gereja diharapkan dapat menjadi ruang pembentukan karakter umat, penguatan kehidupan keluarga, pendidikan bagi generasi muda, serta tempat menumbuhkan kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.

“Gedung gereja bukan hanya tempat melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan. Tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter, penguatan keluarga, pendidikan generasi muda serta membangun kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujar Kilat.

Karena itu, ia berharap kehadiran gedung gereja yang nantinya dibangun dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi jemaat dan masyarakat sekitar.

Gereja diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi pusat kehidupan bersama yang mampu memperkuat hubungan antarsesama dan mendorong semangat pelayanan.

“Saya berharap pembangunan ini nantinya tidak hanya menghasilkan bangunan yang kokoh secara fisik. Tetapi juga menjadi rumah bersama bagi jemaat dalam memperkuat kehidupan rohani, persaudaraan dan pelayanan kepada sesama,” ucapnya.

Wabup juga mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan proses pembangunan gereja sebagai momentum memperkuat kebersamaan.

Menurutnya, pembangunan rumah ibadah akan lebih bermakna apabila dilandasi semangat gotong royong dan kepedulian dari seluruh pihak.

Kepada Badan Pengurus Jemaat dan Panitia Pembangunan, Kilat berpesan agar seluruh proses pembangunan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Aspek kualitas konstruksi harus menjadi perhatian agar bangunan yang dihasilkan dapat berdiri kokoh dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi jemaat dalam jangka panjang.

Selain kualitas fisik, ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan pembangunan serta menjaga semangat pelayanan selama seluruh tahapan pembangunan berlangsung.

“Proses pembangunan ini hendaknya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, memperhatikan kualitas konstruksi, transparansi pengelolaan serta semangat pelayanan. Mari kita jaga agar pembangunan ini menjadi karya yang dapat dibanggakan dan dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” pesan Kilat.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Dalam konteks tersebut, rumah ibadah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral, kebersamaan dan kepedulian kepada masyarakat.

Terlebih bagi generasi muda, keberadaan lingkungan keagamaan yang baik diharapkan dapat menjadi salah satu ruang pembinaan agar mereka tumbuh dengan karakter yang kuat, memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan gedung Gereja GKII Jemaat Long Buang.

Dukungan tersebut, baik dalam bentuk tenaga, pemikiran, material maupun kontribusi lainnya, dinilai menjadi bagian penting dari terwujudnya pembangunan rumah ibadah tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berkontribusi dalam pembangunan gedung gereja ini. Semoga setiap bantuan dan pengabdian yang diberikan menjadi bagian dari kebaikan bersama dan memberikan manfaat bagi jemaat serta masyarakat,” tuturnya.

Dengan dimulainya pembangunan melalui peletakan batu pertama tersebut, diharapkan pembangunan gedung GKII Jemaat Long Buang dapat berjalan lancar hingga selesai.

Lebih jauh, keberadaan gereja nantinya diharapkan menjadi tempat yang tidak hanya memperkuat kehidupan iman jemaat, tetapi juga menghadirkan semangat persaudaraan, gotong royong dan kepedulian sosial bagi masyarakat Desa Long Buang. (*)

Editor : Sophian Hadi
wabup kilat gereja Tana Tidung