HUT ke-29 Desa Bunyu Timur, Pemkab Bulungan Dorong Potensi Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat

Taslee • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 13:04 WIB
PUNCAK HUT : Malam puncak peringatan HUT Desa Bunyu Timur diisi dengan berbagai penampilan kesenian.
(Taslee/Radar Tarakan)
PUNCAK HUT : Malam puncak peringatan HUT Desa Bunyu Timur diisi dengan berbagai penampilan kesenian. (Taslee/Radar Tarakan)

 

 

TANJUNG SELOR– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Desa Bunyu Timur Tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan dan capaian pembangunan desa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.

Perayaan HUT Desa Bunyu Timur berlangsung meriah di Lapangan Handasa, Rabu malam (9/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bulungan Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Septi Ding, SE., MAP, bersama jajaran Pemerintah Desa Bunyu Timur, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kaum perempuan serta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Septi Ding menyampaikan apresiasi atas perjalanan Desa Bunyu Timur yang telah memasuki usia ke-29 tahun.

Menurutnya, bertambahnya usia desa harus dimaknai sebagai momentum untuk terus melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah pembangunan yang lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap kepemimpinan Pemerintah Desa Bunyu Timur yang saat ini dipimpin Lis Endang Otavia, yang merupakan satu-satunya kepala desa perempuan di Kabupaten Bulungan.

Menurut Septi Ding, kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pelayanan pemerintahan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Kepala desa bersama seluruh perangkat desa diharapkan terus menjaga semangat pelayanan, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta memastikan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

“Desa bukan hanya sebagai objek pembangunan, tetapi merupakan subjek sekaligus ujung tombak pembangunan. Desa yang kuat akan menjadi pondasi bagi Kabupaten Bulungan yang maju,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal apabila hanya bertumpu pada pemerintah kabupaten.

Justru, kekuatan pembangunan harus dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat, yakni desa.

Karena itu, Pemerintah Desa Bunyu Timur diharapkan terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa, termasuk dalam aspek transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Selain itu, kualitas pelayanan publik serta pemberdayaan masyarakat juga perlu terus diperkuat.

Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam peringatan HUT tersebut adalah perlunya menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.

Septi Ding menilai setiap desa memiliki karakter, sumber daya dan keunggulan masing-masing yang apabila dikelola dengan baik dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Yang tidak kalah penting, bagaimana potensi lokal Desa Bunyu Timur dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah desa didorong untuk terus membuka ruang bagi tumbuhnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, kegiatan kepemudaan, sektor pertanian, perikanan, perdagangan, serta berbagai potensi lain yang sesuai dengan karakter dan keunggulan Desa Bunyu Timur.

Potensi yang ada tidak cukup hanya dipertahankan sebagai aktivitas ekonomi sehari-hari.

Lebih jauh, produk dan kreativitas masyarakat perlu diarahkan agar memiliki nilai jual, mampu bersaing, serta dapat membuka peluang pasar yang lebih luas.

Pengembangan UMKM, misalnya, dapat dilakukan dengan memperkuat kualitas produk, kemasan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Dengan demikian, produk masyarakat desa tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas.

Menurutnya, pembangunan ekonomi desa juga harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Masyarakat perlu diberikan ruang untuk belajar, berinovasi dan mengembangkan keterampilan sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Selain sektor ekonomi, peran generasi muda juga menjadi perhatian.

Pemuda Desa Bunyu Timur diharapkan dapat dipersiapkan menjadi generasi yang produktif, kreatif, memiliki daya saing dan kepedulian terhadap kemajuan lingkungan tempat tinggalnya.

Kegiatan kepemudaan tidak hanya diarahkan pada aktivitas olahraga dan sosial, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, kewirausahaan dan inovasi.

“Pemuda harus disiapkan menjadi generasi produktif, kreatif, berdaya saing dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan desa,” pesannya.

Di sisi lain, kaum perempuan juga dinilai memiliki peran strategis dalam pembangunan desa.

Perempuan perlu mendapatkan ruang yang semakin luas untuk berkontribusi, baik dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, pendidikan, kesehatan maupun berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga sekaligus melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru dari desa.

Peringatan HUT ke-29 Desa Bunyu Timur sendiri diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Rangkaian kegiatan tersebut antara lain jalan sehat warga, pertandingan olahraga, lomba pentas seni dan budaya lokal, lomba nasi tumpeng hingga Bazaar UMKM.

Bazaar UMKM menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan dan memasarkan berbagai produk unggulan yang mereka hasilkan.

Tidak sekadar menjadi hiburan, rangkaian kegiatan HUT tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.

Partisipasi warga dalam berbagai kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan desa membutuhkan kebersamaan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus terjaga setelah rangkaian perayaan HUT berakhir.

Sebab, tantangan pembangunan desa ke depan semakin membutuhkan kreativitas, inovasi dan kemampuan seluruh pihak untuk bekerja bersama.

Memasuki usia ke-29 tahun, Desa Bunyu Timur diharapkan tidak hanya semakin maju dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga semakin kuat dalam tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat dan kemandirian ekonomi.

Dengan mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat UMKM, membuka ruang bagi pemuda dan perempuan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik, Desa Bunyu Timur diharapkan mampu tumbuh sebagai desa yang semakin mandiri dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

HUT ke-29 menjadi titik refleksi sekaligus langkah baru bagi Desa Bunyu Timur untuk terus bergerak, berinovasi dan menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan menuju masyarakat yang semakin sejahtera. (*)

Editor : Sophian Hadi
HUT Bunyu pemkab bulungan