Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla, Pemkab Bulungan Gandeng Perusahaan di Tanjung Palas Timur

Taslee • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 12:32 WIB
MENINJAU : Wabup Bulungan, Kilat bersama tim, turun meninjau langsung aktivitas pemadaman di Tanjung Palas Timur.
(Taslee/Radar Tarakan)
MENINJAU : Wabup Bulungan, Kilat bersama tim, turun meninjau langsung aktivitas pemadaman di Tanjung Palas Timur. (Taslee/Radar Tarakan)

 



TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Timur yang hampir setiap tahun menghadapi ancaman kebakaran saat kondisi cuaca kering.

Penanganan karhutla dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya mengandalkan kemampuan pemerintah daerah.

Karena itu, Pemkab Bulungan mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, aparat, relawan, serta masyarakat.

Wakil Bupati Bulungan, Kilat, menegaskan bahwa persoalan karhutla harus dihadapi secara bersama-sama.

Menurutnya, kondisi di lapangan membutuhkan respons cepat dan kerja sama lintas sektor agar api dapat segera dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Kilat juga meminta perusahaan yang memiliki aktivitas di wilayah Tanjung Palas Timur untuk turut mengambil bagian dalam penanganan karhutla.

Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui keterlibatan personel, bantuan peralatan pemadaman, kendaraan, penyediaan sarana pendukung, hingga langkah-langkah pencegahan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kita tidak mencari siapa yang salah di sini. Permasalahan sudah ada di depan kita. Ayo kita bergandengan tangan, selesaikan dulu masalah ini,” tegas Kilat.

Menurutnya, kepentingan utama dalam penanganan karhutla adalah keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Karena itu, koordinasi dan komunikasi antarinstansi maupun dengan pihak perusahaan harus berjalan efektif, terutama ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan segera.

Sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjung Palas Timur juga menyatakan kesiapan untuk mendukung langkah pemerintah daerah.

Dukungan tersebut akan dikoordinasikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan sehingga bantuan maupun sumber daya yang tersedia dapat diarahkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain penanganan saat kebakaran terjadi, Pemkab Bulungan juga mulai mendorong strategi pencegahan dan antisipasi jangka panjang.

Hal ini penting mengingat karhutla merupakan ancaman yang dapat berulang, terutama ketika memasuki periode cuaca panas dan kering.

Ex-Officio BPBD Kabupaten Bulungan, Risdianto, menyampaikan terdapat sejumlah aspek penting yang harus dipersiapkan untuk mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.

Dua hal yang menjadi perhatian utama adalah akses menuju lokasi kebakaran dan ketersediaan sumber air atau embung.

Menurutnya, akses yang memadai akan sangat menentukan mobilitas personel maupun kendaraan pemadam menuju titik api.

Sementara itu, keberadaan sumber air yang dekat dengan lokasi rawan kebakaran dapat membantu mempercepat proses pemadaman dan mengurangi waktu yang dibutuhkan petugas untuk melakukan pengisian ulang air.

“Antisipasi harus kita siapkan sejak awal, terutama akses dan sumber air. Jangan sampai ketika terjadi kebakaran kita baru kesulitan mencari jalan masuk maupun sumber air, menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla," ujarnya.

Pemkab Bulungan juga menaruh perhatian terhadap keberadaan petugas lapangan dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kelompok masyarakat tersebut memiliki peran strategis karena berada lebih dekat dengan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran sehingga dapat menjadi bagian dari sistem deteksi dini dan respons awal.

Penguatan kapasitas, koordinasi, serta dukungan sarana dan prasarana bagi petugas dan MPA diharapkan dapat meningkatkan kecepatan penanganan apabila muncul titik api.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Bulungan untuk membangun sistem penanggulangan karhutla yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mengedepankan pencegahan. Edukasi kepada masyarakat, pengawasan wilayah rawan, kesiapan peralatan, pemetaan akses, serta koordinasi lintas sektor perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Karhutla tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan asap yang berdampak terhadap kualitas udara.

Karena itu, pencegahan menjadi langkah yang jauh lebih penting dibandingkan hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah membesar.

Dengan diperkuatnya sinergi antara Pemkab Bulungan, BPBD, perusahaan, aparat, relawan, MPA, dan masyarakat, penanganan karhutla di Tanjung Palas Timur diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif.

Semangat yang dibangun pun bukan sekadar memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi bersama-sama mencegah agar kebakaran tidak kembali meluas dan menjadi bencana yang berulang setiap tahun. (*)

Editor : Sophian Hadi
wabup kilat pemkab bulungan