Bulungan Bidik Peluang Besar di Misi Dagang Jatim-Kaltara 2026, Potensi Unggulan Siap Tembus Pasar

Taslee • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 13:43 WIB
PROMOSI : Asisten Ekbang Bulungan, Errin saat memperkenalkan sejumlah produk unggulan Bulungan.
(Taslee/Radar Tarakan)
PROMOSI : Asisten Ekbang Bulungan, Errin saat memperkenalkan sejumlah produk unggulan Bulungan. (Taslee/Radar Tarakan)

 

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus membuka peluang untuk memperluas akses pasar dan investasi bagi berbagai komoditas unggulan daerah.

Salah satunya melalui keikutsertaan dalam Forum Temu Bisnis Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang digelar di Hotel Tarakan Plaza and Convention Centre, Kota Tarakan, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Bulungan diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Errin Wiranda, SE.

Forum resmi dibuka Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum, dan turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Dr. (Hc) Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, bersama jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, serta pemangku kepentingan dari kedua provinsi.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Jatim dan Kaltara, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas dalam perdagangan, investasi, pengembangan komoditas, hingga penguatan rantai pasok antardaerah.

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang mengatakan, misi dagang dan investasi Jatim-Kaltara bukan merupakan kerja sama yang baru.

Kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan pada 2023 dan kini kembali diperkuat untuk menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Menurutnya, kerja sama antardaerah melalui misi dagang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas serta ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di tengah dinamika perekonomian daerah.

“Kerja sama ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, setiap kesepakatan yang telah dibangun harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Forum tersebut juga diperkuat dengan penandatanganan sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS), baik antarpemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait, kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun kerja sama yang melibatkan asosiasi pelaku usaha.

Gubernur Kaltara menginstruksikan agar seluruh kesepakatan yang telah dibuat tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi segera diwujudkan dalam bentuk kegiatan perdagangan dan investasi yang memberikan nilai tambah bagi kedua daerah.

Potensi Bulungan Jadi Bagian dari Peluang Kaltara

Dalam forum tersebut, Kaltara menawarkan beragam potensi ekonomi yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kerja sama dengan Jatim.

Potensi tersebut mencakup sektor perikanan, perkebunan, pertambangan, energi hingga industri.

Sejumlah komoditas unggulan yang disebut memiliki peluang pasar antara lain kepiting bakau, kepiting soka, udang windu, rumput laut, kelapa sawit, kakao, kopi, lada, kelapa, kayu legal hingga rotan murai.

Potensi tersebut juga menjadi peluang bagi Kabupaten Bulungan yang memiliki sumber daya alam dan komoditas yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar regional maupun nasional.

Pengembangan komoditas daerah, kata Gubernur, tidak boleh hanya berhenti pada perdagangan bahan mentah. Hilirisasi menjadi langkah penting agar komoditas unggulan mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar sekaligus membuka lapangan usaha baru.

“Komoditas ini tidak hanya diperdagangkan sebagai bahan mentah, tetapi harus dikembangkan melalui proses hilirisasi, pengolahan terpadu dan perluasan akses pasar,” ujarnya.

Bagi Bulungan, arah pengembangan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan berbagai potensi ekonomi lokal agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Selain peluang pemasaran produk Kaltara ke Jawa Timur, forum ini juga membuka kesempatan bagi daerah untuk memperoleh dukungan terhadap berbagai kebutuhan produksi dan pembangunan.

Kaltara membutuhkan dukungan Jatim dalam pemenuhan pangan dan kebutuhan pokok, produk industri dan elektronik, pakan ternak, bibit dan benih unggul, pupuk, bahan konstruksi hingga berbagai peralatan penunjang.

Optimalkan Arus Balik Tol Laut

Salah satu hal penting yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah penguatan konektivitas dan efisiensi distribusi barang melalui jalur laut.

Gubernur Kaltara mengajak seluruh pihak mengoptimalkan arus balik tol laut rute Surabaya–Tarakan.

Menurutnya, kapal yang membawa berbagai kebutuhan dari Pulau Jawa menuju Kalimantan harus dapat kembali dengan muatan komoditas unggulan dari Kaltara.

“Jangan sampai kapal yang membawa kebutuhan pokok dari Pulau Jawa ke Kalimantan kembali lagi ke Jawa tanpa muatan yang optimal,” pesannya.

Menurutnya, kondisi tersebut harus diubah dengan mengisi arus balik kapal menggunakan komoditas unggulan Kaltara yang memiliki daya simpan serta nilai ekonomi tinggi.

Optimalisasi arus balik tersebut dinilai tidak hanya akan membuka pasar baru bagi produk daerah, tetapi juga berpotensi menekan biaya logistik.

 

Dengan distribusi dua arah yang lebih optimal, biaya angkutan dapat ditekan sehingga produk Kaltara memiliki daya saing yang lebih baik di pasar Jawa.

“Mari kita isi dengan komoditas unggulan Kaltara yang memiliki daya simpan dan nilai ekonomi tinggi. Sekaligus mendorong koordinasi dengan pihak terkait agar biaya logistik dua arah dapat ditekan seminimal mungkin,” lanjutnya.

Peluang Investasi di KIHI Tanah Kuning-Mangkupadi

Selain perdagangan, investasi menjadi salah satu fokus utama dalam forum Jatim-Kaltara 2026. Gubernur Kaltara secara khusus mengajak para investor dan pelaku dunia usaha asal Jawa Timur untuk menangkap peluang investasi di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning–Mangkupadi di Kabupaten Bulungan.

Kawasan tersebut dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri berbasis energi hijau dan sumber daya alam Kaltara.

Kehadiran investasi di kawasan tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem industri yang saling terhubung, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, manufaktur hingga distribusi produk.

Peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya kekuatan industri manufaktur Jawa Timur yang dapat dipadukan dengan potensi energi hijau dan sumber daya alam yang dimiliki Kaltara.

“Dengan memadukan kekuatan industri manufaktur Jatim dan potensi energi hijau serta sumber daya di Kaltara, ada peluang emas untuk membangun rantai pasok dan ekosistem industri yang saling memperkuat,” ungkapnya.

Keikutsertaan Pemkab Bulungan dalam forum ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk terus memperkenalkan potensi ekonomi Bulungan sekaligus membuka jejaring dengan dunia usaha.

Melalui forum temu bisnis seperti ini, diharapkan potensi komoditas Bulungan tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi mampu mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, peluang investasi yang masuk juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Bulungan pun memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok regional Kaltara, khususnya dengan keberadaan KIHI Tanah Kuning-Mangkupadi yang berada di wilayah Bulungan.

Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi dan investor menjadi kunci agar berbagai potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, misi dagang dan investasi Jatim-Kaltara tidak hanya menjadi forum pertemuan bisnis, tetapi menjadi pintu masuk bagi terbentuknya kerja sama ekonomi yang konkret dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat kedua provinsi. (*)

Editor : Sophian Hadi
Misi Dagang Syarwani bulungan