TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Bulungan.
Puluhan titik api terpantau di sejumlah wilayah, dengan konsentrasi terbesar berada di Kecamatan Tanjung Palas Timur.
Kondisi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan karhutla yang diikuti Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bulungan, perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU), perusahaan pemegang perizinan pemanfaatan hutan, serta unsur penegak hukum.
Rakor digelar secara virtual dan dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, bertempat di Ruang Rapat BKAD Bulungan, baru-baru ini.
Berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot), tercatat 49 titik api terpantau di wilayah Bulungan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 titik berada di Kecamatan Tanjung Palas Timur, sedangkan tiga titik lainnya terpantau di wilayah Kecamatan Tanjung Selor.
Wabup Bulungan Kilat menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Pemerintah, perusahaan dan masyarakat harus bergerak bersama untuk mencegah api meluas.
“Kita jangan hanya mengandalkan satu atau dua pihak. Kita harus berusaha bersama-sama. Apa yang menjadi kemampuan kita, mari kita lakukan secara maksimal. Saya minta perusahaan yang ada di Kabupaten Bulungan untuk bergandengan tangan membantu pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” tandasnya.
Khusus di Kecamatan Tanjung Palas Timur yang menjadi wilayah dengan konsentrasi titik api tertinggi, Wabup meminta perusahaan ikut memperkuat upaya pemadaman.
Dukungan dapat berupa pengerahan armada pemadam, kendaraan pengangkut air, personel, bahan bakar hingga peralatan pendukung lainnya.
“Kalau kita bersama-sama, saya yakin dalam waktu satu minggu kita bisa menyelesaikan titik-titik api yang ada. Jangan sampai masing-masing bekerja sendiri. Kita bagi tugas, perusahaan membantu dengan alat dan armada, pemerintah mengkoordinasikan, sehingga pemadaman dapat dilakukan secara maksimal,” ujarnya.
Dalam pemaparan kondisi lapangan, disampaikan bahwa personel dan sarana pemadam yang dimiliki pemerintah masih terbatas.
Dalam sehari, petugas dapat menerima laporan kebakaran di beberapa lokasi sekaligus sehingga dukungan tambahan dari perusahaan maupun kelompok masyarakat sangat dibutuhkan.
Pemerintah daerah selama ini juga telah berkoordinasi dengan BPBD, instansi kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Pemerintah Provinsi Kaltara serta masyarakat peduli api dalam penanganan karhutla.
Selain Tanjung Palas Timur, titik api juga mulai terpantau di sekitar wilayah Tanjung Selor dan sejumlah kawasan lainnya.
Kondisi ini menjadi perhatian agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api semakin meluas.
Wabup turut mengapresiasi perusahaan yang selama ini telah memberikan dukungan dalam penanganan karhutla.
Ia berharap kolaborasi tersebut semakin diperkuat, terutama ketika terjadi peningkatan titik api.
“Kita cari solusi bersama. Kalau kendalanya air tidak tersedia di lokasi, kita kerahkan kendaraan dari perusahaan maupun OPD yang memiliki armada. Jangan sampai suplai air terputus. Kalau kita mau bersama-sama, Insya Allah pekerjaan ini akan lebih cepat selesai,” katanya.
Selain pemadaman, pemerintah juga terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara sebagai langkah antisipasi dampak asap terhadap masyarakat.
“Di mana ada titik api, kita selesaikan bersama-sama. Yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Ketika api meloncat atau kondisi berada di luar kemampuan kita, itu menjadi hal lain. Tetapi kewajiban kita adalah terus berusaha dan bekerja bersama,” tegasnya. (*)
Editor : Sophian Hadi