Yonif TP Diproyeksikan Capai 600 Batalyon

Fijai RT • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 20:09 WIB
Komandan Yonif TP 880/Banuanta Letkol Inf Khabibur Rosyad
Komandan Yonif TP 880/Banuanta Letkol Inf Khabibur Rosyad

TANJUNG SELOR – Pengembangan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) secara nasional diproyeksikan terus bertambah hingga mencapai sekitar 590–600 batalyon. Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap hingga 2029 dengan konsep menghadirkan Yonif TP di setiap kabupaten dan kota, termasuk Bulungan yang menjadi salah satu wilayah prioritas tahap kedua.

Komandan Yonif TP 880/Banuanta, Letkol Inf Khabibur Rosyad mengatakan, pengembangan tersebut merupakan bagian dari konsep besar pemerintah untuk memperkuat pertahanan sekaligus mendukung pembangunan berbasis kewilayahan. “Konsep ke depan Yonif TP 880 ini akan ada di setiap kota dan kabupaten,” kata Khabibur kepada Radar Kaltara, .

Khabibur menjelaskan, jika mengacu pada jumlah kabupaten/kota di Indonesia yang berada di kisaran 515 hingga 516 daerah, jumlah Yonif TP minimal juga akan mengikuti kebutuhan tersebut. Namun, jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring pengembangan struktur organisasi.

“Kalau kota dan kabupaten sekitar 515 sampai 516, maka minimal jumlahnya juga akan sebanyak itu. Tetapi ke depan bisa berkembang menjadi sekitar 590 sampai 600 batalyon,” ujarnya.

Menurut Khabibur, pembangunan Yonif TP dilakukan secara bertahap dan ditargetkan berlangsung hingga 2029. Selain pembentukan batalyon, struktur organisasi ke depan juga akan diperkuat dengan sejumlah brigade untuk mendukung pelaksanaan tugas pertahanan dan kewilayahan.

“Pengembangan tersebut merupakan proses bertahap sampai 2029. Selain batalyon, nantinya struktur tersebut juga akan diperkuat dengan sejumlah brigade,” jelasnya.

Untuk wilayah Kalimantan Utara, Bulungan masuk dalam tahap kedua pembangunan dan menjadi salah satu daerah prioritas. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan pemerataan satuan, terutama wilayah yang sebelumnya belum memiliki satuan sejenis. “Bulungan masuk tahap dua dan menjadi salah satu prioritas. Kita melihat wilayah mana yang belum, kemudian itu yang dibangun terlebih dahulu,” tutur Khabibur.

Pengembangan di Kaltara juga tidak berhenti di Bulungan. Sejumlah daerah lain berpotensi mendapatkan satuan Yonif TP secara bertahap, termasuk Tana Tidung dan Malinau. Bahkan, Tarakan juga disebut memiliki peluang untuk menjadi lokasi pengembangan berikutnya. “Ke depan mungkin Tarakan juga akan ada. Bahkan nantinya ada kabupaten yang memiliki dua batalyon karena wilayahnya luas,” ungkapnya.

Meski membawa konsep teritorial pembangunan, Khabibur menegaskan tugas pokok Yonif TP tetap memiliki orientasi utama pada pertahanan dan keamanan wilayah. Satuan tersebut juga diarahkan membantu pemerintah menjalankan berbagai program pembangunan sesuai kebutuhan daerah. “Kami tidak jauh berbeda dengan tugas batalyon infanteri lainnya. Kami tetap mempertahankan wilayah, membantu program-program pemerintah dan sebagainya,” pungkasnya. (jai)

 

Editor : Azward Halim
Yonif TP 880/Banuanta