Dorong UMKM Bulungan Naik Kelas

Taslee • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:51 WIB
DITUTUP : Suasana malam penutupan Gebyar Kadin Expo 2026 di Bulungan.
(Taslee/Radar Tarakan)



 
DITUTUP : Suasana malam penutupan Gebyar Kadin Expo 2026 di Bulungan. (Taslee/Radar Tarakan)  

 

TANJUNG SELOR – Gebyar Kadin Expo 2026 yang digelar di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, resmi ditutup akhir pekan tadi.

Selama kurang lebih dua pekan, sejak 22 Agustus 2026, kegiatan tersebut menjadi ruang promosi sekaligus wadah bertemunya berbagai potensi ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Bulungan.

Malam penutupan Gebyar Kadin Expo 2026 turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Bulungan, Errin Wiranda, SE.

Menurutnya, keberadaan expo tidak hanya memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memamerkan maupun menjual produk yang dihasilkan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah sekaligus memperluas jejaring dan peluang usaha.

“Expo ini bukan sekadar tempat untuk memamerkan dan menjual produk. Tapi juga ruang untuk membangun jejaring, membuka peluang pasar, mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen dan mitra usaha, sekaligus membangun kepercayaan terhadap produk lokal,” ujar Errin.

Ia menilai, selama pelaksanaan expo, masyarakat dapat melihat secara langsung beragam kreativitas dan potensi yang dimiliki pelaku usaha lokal.

Hal tersebut menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Errin juga mendorong para pelaku usaha untuk menjadikan pelaksanaan Gebyar Kadin Expo 2026 sebagai momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan kualitas usaha.

“Jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk naik kelas,” tegasnya.

Naik kelas yang dimaksud, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah produksi dan penjualan.

Pelaku usaha juga perlu memperhatikan kualitas produk, desain dan kemasan, strategi pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, tata kelola serta manajemen usaha, hingga kemampuan membangun jaringan pasar yang lebih luas.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, pelaku UMKM dituntut semakin adaptif.

Pemanfaatan platform digital dan media sosial, misalnya, dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan pemasaran tanpa terbatas pada konsumen di wilayah Bulungan.

Pemerintah Kabupaten Bulungan, lanjut Errin, berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem usaha yang sehat, produktif dan inovatif.

Dunia usaha diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah serta penciptaan lapangan kerja.

Namun, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.

Menurutnya, penggerak utama aktivitas ekonomi tetap berada pada dunia usaha dan masyarakat.

Karena itu, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar potensi ekonomi daerah dapat dikembangkan secara optimal.

“Sinergi pemerintah, Kadin, pelaku usaha, UMKM, perbankan, lembaga pendidikan, komunitas dan masyarakat harus terus diperkuat,” katanya.

Ia berharap semangat kolaborasi yang terbangun selama Gebyar Kadin Expo 2026 tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

Jejaring yang telah terbentuk diharapkan dapat terus berkembang menjadi kerja sama nyata, baik dalam hal pemasaran, pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia maupun pengembangan produk.

Dengan berakhirnya Gebyar Kadin Expo 2026, diharapkan semakin banyak produk lokal Bulungan yang mampu dikenal lebih luas, memiliki daya saing dan menembus pasar di luar daerah.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa potensi ekonomi masyarakat Bulungan cukup beragam dan memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

Dengan dukungan pemerintah serta sinergi berbagai pemangku kepentingan, pelaku usaha lokal diharapkan semakin percaya diri untuk berkembang dan naik kelas. (*)

Editor : Sophian Hadi
expo pemkab bulungan