TANJUNG SELOR – Menghadapi cuaca ekstrem dan kondisi kekeringan yang berpotensi memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemkab Bulungan mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui Salat Istisqa di Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor, Sabtu (5/9).
Asisten I Setkab Bulungan H. Jamal mengatakan, Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan kekeringan yang terjadi. “Ini bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menghadapi musibah, cuaca ekstrem dan kekeringan,” kata Jamal kepada Radar Kaltara, Sabtu (5/9).
Menurut Jamal, upaya menghadapi kondisi tersebut tidak hanya dilakukan melalui langkah teknis, tetapi juga pendekatan spiritual. Salat Istisqa diharapkan menjadi momentum untuk memperbanyak doa sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Selain ikhtiar secara teknis, kita juga melakukan pendekatan spiritual dengan memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi keterlibatan Kemenag Bulungan, TNI/Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus masjid serta masyarakat muslim dalam pelaksanaan Salat Istisqa. Menurutnya, kebersamaan seluruh elemen menjadi kekuatan penting dalam menghadapi kondisi yang terjadi.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang ikut bersama-sama melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.
Jamal berharap pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya dilakukan di pusat kabupaten, tetapi juga dapat dilaksanakan hingga tingkat kecamatan, desa dan kelurahan. Sejumlah wilayah disebut telah melakukan kegiatan serupa sebagai bentuk ikhtiar bersama. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan di kecamatan, desa dan kelurahan,” tuturnya.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Upaya pencegahan karhutla, menurut Jamal, harus berjalan seiring dengan doa dan kepedulian bersama.
“Mari kita jaga lingkungan, perbanyak doa dan bersama-sama memohon agar hujan segera turun untuk kebaikan masyarakat dan keberkahan negeri,” pungkasnya. (jai)