Kabut Asap di Bulungan, Salat Istisqa Digelar Sabtu

Fijai RT • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:54 WIB
Bupati Bulungan, Syarwani FOTO : RADAR TARAKAN
Bupati Bulungan, Syarwani FOTO : RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani mengajak masyarakat melakukan doa bersama. Seruan tersebut seiring kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Bumi Tenguyun.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan doa bersama merupakan bagian dari ikhtiar masyarakat dalam menghadapi kondisi kabut asap yang terjadi saat ini. “Intinya secara kemanusiaan kita tetap melakukan ikhtiar. Tetapi permohonan kita kepada Sang Pencipta juga harus menjadi bagian dari ikhtiar yang kita lakukan bersama,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (1/9).

Menurut Syarwani, doa dapat dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Ia berharap seluruh masyarakat Bulungan dapat memanjatkan doa agar wilayah Bulungan segera terbebas dari kondisi kabut asap dan dampak karhutla.

“Mari kita bersama-sama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Kabupaten Bulungan dapat segera melewati kondisi ini dan kabut asap karhutla segera berlalu,” ungkapnya.

Khusus umat Islam, salah satu bentuk ikhtiar yang direncanakan adalah pelaksanaan salat istisqa atau salat memohon hujan. Syarwani menyebut pelaksanaannya akan dikoordinasikan dan direncanakan berlangsung pada pekan ini dengan pusat kegiatan di Masjid Agung Istiqomah, Tanjung Selor.

“Untuk umat Islam, salah satu ikhtiar yang kita lakukan adalah salat istisqa. Pelaksanaannya akan kita koordinasikan,” katanya.

Syarwani juga mengharapkan gerakan doa bersama tidak hanya berlangsung di pusat pemerintahan kabupaten. Ia mengajak masyarakat di seluruh wilayah Bulungan untuk melaksanakannya secara serentak di rumah-rumah ibadah yang tersebar di 10 kecamatan.

“Saya berharap doa bersama ini juga dapat dilakukan di masjid, gereja, pura maupun rumah ibadah lainnya sesuai agama dan kepercayaan masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Agung Istiqomah, H. Jamal, mengatakan salat sunnah istisqa direncanakan berlangsung Sabtu (5/9) pukul 06.30 Wita di Masjid Agung Istiqomah, Tanjung Selor. Pelaksanaan tersebut merupakan tindak lanjut atas imbauan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bulungan terkait pelaksanaan salat istisqa.

“Salat istisqa direncanakan pada Sabtu, 5 September, pukul 06.30 Wita,” kata Jamal.

Jamal menjelaskan, berdasarkan surat Kepala Kantor Kemenag Bulungan Nomor B-1612/Kk.34.01.2/BA.03.01/08/2026 tertanggal 21 Agustus 2026, imbauan tersebut dikeluarkan dengan mempertimbangkan kondisi kemarau panjang, cuaca panas yang semakin ekstrem, serta potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Pelaksanaan ini sebagai bentuk ikhtiar dan tindak lanjut atas imbauan Kementerian Agama Kabupaten Bulungan,” ujarnya.

Sebelum salat istisqa digelar, doa memohon hujan juga akan dipanjatkan dalam khutbah kedua salat Jumat pada Jumat (4/9). Jamal mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar umat Islam menghadapi kondisi kekeringan dan kabut asap. “Pada pelaksanaan salat Jumat tanggal 4 September, akan dipanjatkan doa istisqa pada khutbah kedua,” katanya.

Namun, pelaksanaan salat istisqa pada Sabtu akan melihat kondisi cuaca. Jika hingga Sabtu hujan belum turun, salat istisqa tetap dilaksanakan sesuai jadwal. “Jika hujan belum turun hingga Sabtu 5 September, maka salat istisqa dilaksanakan sebagaimana waktu dan tempat yang telah ditentukan,” jelas Jamal.

Sebaliknya, apabila hujan turun dengan intensitas cukup lebat hingga mampu mengairi sawah dan membasahi perkebunan, pelaksanaan salat istisqa ditiadakan. “Jika terjadi hujan lebat yang dapat mengairi sawah dan membasahi perkebunan, maka berdasarkan syariat pelaksanaan salat istisqa ditiadakan dan akan dilanjutkan pada kesempatan lain sesuai pertimbangan dan situasi terbaru,” pungkasnya. (jai)

 

Editor : Azward Halim
Pemkab Bulungan karhutla kabut asap Bupati Bulungan Syarwani