Bulungan Tawarkan Cokelat dan Pesona Batu Tumpuk, Bidik Investor di APKASI Expo 2026

Taslee • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 15:56 WIB
PROMOSI : Delegasi Pemkab Bulungan saat mempromosikan produk Bulungan di event APKASI Expo 2026.
(Taslee/Radar Tarakan)
PROMOSI : Delegasi Pemkab Bulungan saat mempromosikan produk Bulungan di event APKASI Expo 2026. (Taslee/Radar Tarakan)

 

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Kalimantan Utara, terus membuka peluang investasi untuk mendorong pengembangan potensi unggulan daerah.

Salah satunya melalui keikutsertaan dalam Business & Partnership Matching yang menjadi bagian dari rangkaian APKASI Otonomi Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, baru-baru ini.

Dalam forum bisnis tersebut, Pemkab Bulungan menawarkan dua potensi daerah yang dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan melalui investasi dan kemitraan, yakni produk cokelat serta objek wisata Batu Tumpuk yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Utara.

Penawaran ini menjadi langkah Pemkab Bulungan untuk memperluas jejaring kerja sama dengan pelaku usaha sekaligus memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada calon investor di tingkat nasional.

Pemkab Bulungan dalam kegiatan tersebut diwakili Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan Leni Ernalina, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bulungan Yunus Luat, serta Yuniarti Utami dari Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan.

"Ini bagian penting dari upaya pemerintah kabupaten Bulungan mempromosikan produk-produk unggulan daerah," ungkap Yunus.


Business & Partnership Matching merupakan forum yang mempertemukan pemerintah daerah dengan calon mitra usaha maupun investor.

Melalui forum ini, pemerintah daerah memiliki kesempatan untuk mempresentasikan potensi dan peluang investasi yang dapat dikembangkan secara komersial, sekaligus menjajaki bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.

Salah satu potensi yang diperkenalkan Bulungan adalah produk cokelat.

Komoditas tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut, terutama melalui penguatan sektor hilirisasi, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran.

Dengan adanya investasi dan kemitraan yang tepat, produk cokelat tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas pertanian, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dan petani di daerah.

Selain sektor pertanian, Pemkab Bulungan turut menawarkan Batu Tumpuk sebagai salah satu potensi unggulan di sektor pariwisata.

Objek wisata yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Utara tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang lebih menarik dan memiliki daya saing.

Pengembangan Batu Tumpuk tentunya membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk investasi dalam penyediaan fasilitas pendukung, aksesibilitas, promosi, serta pengelolaan destinasi secara berkelanjutan.

Dengan pengembangan yang terarah, potensi wisata tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Keikutsertaan Pemkab Bulungan dalam Business & Partnership Matching di APKASI Otonomi Expo 2026 diharapkan tidak berhenti pada tahap promosi potensi daerah.

Forum tersebut juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbangunnya komunikasi dan kerja sama konkret dengan calon investor maupun mitra usaha.

Pemerintah daerah terus berupaya membawa potensi Bulungan ke ruang promosi yang lebih luas.

Melalui forum bisnis berskala nasional seperti APKASI Otonomi Expo, berbagai peluang investasi di Bulungan diharapkan semakin dikenal, sehingga dapat mendorong masuknya investasi dan mempercepat pengembangan sektor pertanian, pariwisata, serta ekonomi daerah.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Pemkab Bulungan untuk mengoptimalkan potensi lokal agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat. (*)

Editor : Sophian Hadi
apkasi pemkab bulungan